Home Parlemen & Politik Survei NI, Incumbent Belum Tentu Menang

Survei NI, Incumbent Belum Tentu Menang

0
Peneliti Nusantara Institut (NI) Abdul Karim, saat memaparkan hasil survei lembaga surveinya.

PALEMBANG, PE – Jelang Pemilukada serentak yang akan berlangsung pada Desember mendatang, sejumlah lembaga survei merilis hasil surveinya. Kali ini lembaga Nusantara Institut (NI), lebih cenderung merilis kinerja para kepala daerah calon petahana dan elektabilitas.

Peneliti Nusantara Institut (NI) Abdul Karim mengatakan, bahwa survei dilakukan pada 22-28 juni lalu dengan 400 responden disetiap 7 Kabupaten.

“Yang kami survei yaitu kinerja pemerintahan dibawah para kandidat petahana dan elektabilitas para kandidat,”ujar Abdul Karim kepada awak media, Rabu (1/7).

Yang pertama dikatakan Abdul Karim, kinerja pemerintahan di OKU Selatan 55 persen, sedangkan tidak puas 43 persen dan tidak tahu 2 persen. “Elektabilitas paslon Popo-Solehin 43 persen, kotak kosong 28 persen dan suara mengambang 29 persen,”kata Karim.

Sedangkan di OKU Timur, kinerja kepala daerah petahana atau wakil bupati 62 persen, sedangkan tidak puas 34 persen dan suara mengambang 4 persen. “Elektabilitas paslon Fery- Meilinda 45 persen, paslon Enos-Yudha 24 persen, Ruslan-Herli 17 persen, dan suara mengambang 14 persen,”ungkap dia.

Untuk OKU Induk, kinerja petahana 52 persen, tidak puas 33 persen dan suara mengambang 15 persen. Sedangkan elektabilitas kepala daerah Kuryana-Johan 42 persen dan kotak kosong 28 persen, sedangkan suara mengambang 31 persen.

“Untuk di Ogan Ilir kinerja petahana 66 persen, sedangkan tingkat kepuasan publik 24 persen dan suara mengambang 10 persen,”katanya. Elektabilitas Ilyas Panji Alam 45 persen, Ovi 36 persen, dan suara mengambang 19 persen.

Di PALI kinerja kepala daerah 52 persen, sedangkan tidak puas 37 persen, dan suara mengambang 11 persen.” Elektabilitas Heri mencapai 32 persen, penantang Devi 27 persen, dan suara mengambang 41 persen,” ujarnya.

Di Musi Rawas, kinerja petahana sangat tinggi yang mencapai 58 persen, tidak puas 37 persen dan suara mengambang 5 persen. “Elektabilitas Hendra 28 persen, Firdaus 22 persen, Ratna 19 persen, Akmaluddin 7 persen dan suara mengambang 24 persen,”urainya.

Sementara di Muratara, kinerja petahana 64 persen, 30 persen tidak puas dan 6 persen. Elektabilitas Syarif 31 persen, Wabup petahana Devi 25 persen, Akisropi 18 persen, dan suara mengambang 26 persen.

“Petahana maupun penantang untuk di beberapa kabupaten, memiliki peluang yang sama kita untuk terpilih. Sehingga petahana jangan terlalu percaya diri. Karena yang membuat petahana tidak dipilih masyarakat, yakni tidak menepati janji politik pada pilkada sebelumnya,” tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here