Home Sumsel Muara Rupit Tahun Ajaran 2020/2021, Satuan Pendidikan Binaan Kemenag Gunakan Kurikulum Baru

Tahun Ajaran 2020/2021, Satuan Pendidikan Binaan Kemenag Gunakan Kurikulum Baru

0
Kepala Kemenag Kabupaten Muratara, Drs.H.Ikhsan Baijuri, M.Si.

MURATARA,PE- Memasuki Tahun Ajaran baru 2020/2021, satuan pendidikan dibawah binaan Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terapkan kurikulum baru pengganti KMA Nomor 165 tahun 2014 tentang kurikulum tahun 2013. Khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab yang ada di Madrasah.

Hal itu berdasarkan Surat Edaran Kemenag RI nomor B-1264/DJ-I/Dt.I.I/PP.00/07/2020 prihal implementasi KMA 792 tahun 2018, KMA 183 dan KMA 184 tahun 2019 yang akan diberlakukan mulai dari satuan pendidikan Raudatul Athfai (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mata) dan Madrasah Aliyah (MA).

Kepala Kemenag Kabupaten Muratara, Drs.H.Ikhsan Baijuri, M.Si. kepada Palembang Ekspres, Senin (13/7/20) mengatakan, memulai Tahun Ajaran 2020/2021 pada 13 Juli 2020, RA, MI, MTs dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk AI dan Bahasa Arab.

Berdasarkan surat edaran Kemenag RI terkait penerapan Kurikulum Baru itu, menurut dia, untuk pembelajaran di jelang RA berpedoman pada keputusan Kemenag RI Nomor 792 tahun 2018 tentang pedoman implementasi kurikulum RA dan untuk MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum KMA 183 dan KMA 184 tahun 2019 untuk PAI dan Bahasa Arab.

“KMA ini akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada Tahun Ajaran 2020/2021, karena KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang ada di Madrasah,” ungkapnya.

Bersamaan dengan mulai berlakukannya kurikulum baru itu, lanjutnya, KMA 165 tahun 2014 tidak berlaku lagi. Meskipun pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014, dan pada mata pelajaran itu juga mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

Menurutnya, untuk perbedaan KMA 183 dan 165 sendiri, lebih pada kepada perbaikan substansi materi pelajaran, karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan Abad 21. Kemenag juga sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru itu, sehingga baik guru maupun peserta didik tidak perlu untuk membelinya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here