Home Headline News Tol Bengkulu-Sumsel Tersambung

Tol Bengkulu-Sumsel Tersambung

0
Ilustrasi Jalan Tol Palembang – Kayuagung. FOTO; ALHADI FARID/PALPRES

JAKARTA.PE – Pengerjaan fisik jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan seksi I terus berjalan. Bahkan kini sudah tersambung sekitar 6,5 kilometer.

Koordinator Legal dan Humas PT Hutama Karya Infrastruktur Chandra Irawan menyebut, sejauh ini pengerjaan fisik jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan seksi I sudah tersambung sekitar 6,5 kilometer.

Ia menjelaskan, jalan sepanjang 6,5 kilometer itu menggunakan konstruksi beton rigid pavement yang melintasi Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, Desa Padang Ulak Tanjung, Desa Lagan, Desa Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah.

”Pengerjaan jalan tol seksi I yakni Kota Bengkulu, Curup dan Lubuk Linggau dengan konstruksi beton rigid ini telah selesai sepanjang kurang lebih 6,5 kilometer,” jelasnya, Rabu (8/7).

Chandra menambahkan, secara keseluruhan progres pengerjaan fisik jalan tol ruas Bengkulu-Sumsel pada seksi I sepanjang 17,6 kilometer ini baru mencapai 10,2 persen.

Progres fisik itu meliputi pekerjaan tanah gali timbun, pengerasan badan jalan rigid pavement, pondasi struktur jembatan dan box culvert. Sedangkan pembebasan lahan masih sama dengan bulan sebelumnya yakni baru mencapai 28 persen.

”Insya Allah untuk lahan di akhir Juli akan bertambah sekitar kurang lebih 10 persen karena hasil musyawarah desa Jum’at sudah 95 persen warga setuju dengan nilai ganti rugi lahan yg terkena trase proyek tol,” paparnya.

Menurut Chandra, PT HKI menargetkan pengerjaan jalan tol seksi satu sepanjang 17,6 kilometer ini selesai pada 2021 mendatang. Sedangkan secara keseluruhan pengerjaan jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 95.8 kilometer ditargetkan selesai pada tahun 2022.

”Progres pengerjaan jalan tol seksi I ini terus mengalami peningkatan dari bulan lalu yang baru delapan persen sekarang sudah 10 persen lebih, kita yakin akan pekerjaan ini selesai tepat waktu,” terang Chandra.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pembangunan Tol Sirip Pekanbaru-Padang pada Padang–Sicincin sepanjang 30,4 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.

”Cepat lambatnya pembangunan jalan tol ini semua tergantung pada tahapan pembebasan lahan berupa ganti untung pembebasan lahan. Konstruksi bisa lebih cepat bila lahan tersedia,” terang Menteri Basuki dalam keterangan yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (8/7).

Basuki menjelaskan, pembangunan tol ini akan meningkatkan konektivitas antara daerah di Sumatera Barat. Hapannya perekonomian dari sektor pertanian, industri dan pariwisata.

”Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengatasi kepadatan lalu lintas terutama arus komoditas,” imbuhnya.

Basuki juga menjelaskan progres pembangunan Tol Padang-Sicincin dimulai pada Februari 2018. Target pembangunannya diharapkan selesai serta beroperasi pada Desember 2021. ”Saat ini progres fisik Tol Padang-Sicincin mencapai 20,49%,” imbuhnya.

Jalan Tol Pekanbaru-Padang sendiri mempunyai panjang total 254 km dan terbagi menjadi enam seksi, yaitu Seksi I Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin-Bukittinggi, seksi II Bukittinggi-Payakumbuh.

Selanjutnya Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan, seksi V Pangkalan-Bangkinang dan seksi VI Bangkinang-Pekanbaru. Secara keseluruhan ruas Tol Pekanbaru-Padang akan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025.

Dari sisi Pekanbaru telah dimulai pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 km dengan progres fisik saat ini mencapai 20%.

Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 78 triliun melalui Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang ditandatangani pada tanggal 11 Oktober 2017.

Kehadiran Tol Pekanbaru-Padang ini diharapkan bisa memangkas waktu tempuh yang semula menghabiskan 9 jam menjadi 3-4 jam.

Untuk Tol Pekanbaru-Padang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 km terdiri dari koridor utama dan pendukung yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama beserta jalan pendukung (sirip).

Kehadiran tol ini diharapkan mampu berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata, migas dan pertanian/perkebunan. Saat ini jalan Tol Trans Sumatera sudah beroperasi sepanjang sepanjang 467,6 km.

Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni-Terbanggi Besar 141 km, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km, Palembang-Indralaya 22 km, Medan-Binjai 10,46 km.

Lalu Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi 62,2 km dan Belawan-Medan-Tanjung Morawa 43 km, sedangkan ruas Pekanbaru-Dumai sejauh 131 km siap diresmikan dalam waktu dekat. FIN/FUL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here