Home Parlemen & Politik Bawaslu RI Apresiasi Program Gemar Menjaga Hak Pilih

Bawaslu RI Apresiasi Program Gemar Menjaga Hak Pilih

0
Pelepasan balon sebagai tanda dimulainya gerakan Gemar Menjaga Hak Pilih, yang dilaksanakan oleh Bawaslu Ogan Ilir di Pasar Indralaya, Jumat (07/08/2020).

INDRALAYA. PE- Program Gemar Menjaga Hak Pilih yang dibuat Bawaslu Ogan Ilir (OI), mendapatkan apresiasi positif dari Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin, S. Th.I., M. Si.

Bahkan program terobosan tersebut satu-satunya di Indonesia, dan dianjurkannya diikuti oleh Bawaslu lainnya. Tahap awal Gemar Menjaga Hak Pilih dilaksanakan di Pasar Indralaya, Jumat (07/08/2020) oleh Bawaslu Ogan Ilir, disaksikan, Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto, Ketua KPU OI Massuryati dan Ketua Bawaslu OI Dermawan Iskandar, Anggota Bawaslu OI Idris, Anggota Bawaslu OI Karlina dan sebagainya.

“Ya, sangat kita apresiasilah dan patut dicontoh Bawasu lain yang saat ini tengah melakukan Pilkada. Di Indonesia ini ada 270 kabupaten kota dan provinsi yang melaksanakan Pilkada serentak, karena programnya menarik jadi saya datang,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggungjawab menjaga hak pilih, lanjutnya, pihaknya mempersilahkan Bawaslu Kabupaten lain yang menyelenggarakan Pilkada untuk melakukan hal yang sama, apalagi ini satu-satunya program teranyar di Indonesia, belum ada di Bawaslu lain.

“Legitimasi bukan hanya dari penggunaan hak pilih, namun juga kualitasnya,”kata Ketua Bawaslu RI, Afifuddin.

Ketua Bawaslu OI, Dermawan Iskandar didampingi komisioner lainnya Idris dan Karlina dan Korsek Bawaslu OI Herman Fikri mengaku bersyukur atas pujian yang diberikan oleh Ketua Bawaslu RI, Afifuddin.

Menurutnya, Gerakan Menjaga Hak Pilih adalah dirancang untuk proses pemilihan data pemilih, kalau dianggap baik dan bisa dipakai dikabupaten lainnya dirinya mengaku senang.

“Niatan kami memaksimalkan kerja pengawasan, dalam rangka pemilihan pemutakhiran data pemilih. Sehingga dapat melibatkan masyarakat luas dalam pengawasan parsitipatif. Setelah ini target di tingkat kecamatan mendirikan 16 posko di beberapa tempat strategis, seperti di pasar, di tempat keramaian. Walaupun sambil ke pasar bisa sambil ngecek, ada formulir yang disiapkan agar bisa masuk dalam DPT, ” paparnya.

Iskandar menjelaskan, gerakan ini sebagai gerakan pengawas Pilkada adalah langkah pencegahan memininalisir potensi masyarakat yang belum masuk daftar pemilih. Ini merupakan sebuah pemikiran, lanjut dia, yang perlu didorong bersama agar maksimal dalam pengawasan Pilkada 2020.

“Kami sudah melakukan analisis perbandingan antara daftar pemilih dan dp4, saat ini dibandingkan dengan Pemilu 2019. Selisih pemilih jumlahnya mencapai 20 ribuan. Ada tren lonjakan pemilih 4696 seperti di Kecamatan Pemulutan, sementara di Pemulutan Selatan turun menjadi 2584 pemilih. Ini merupakan data analisis awal jadi perlu dikroscek ulang agar data benar-benar valid. Kita berkeinginan Pilkada ini lancar, pesta demokrasi berjalan, dan masyarakat pada 9 Desember bisa memilih pemimpin sesuai nurani untuk memimpin OI 5 tahun ke depan,” tukasnya. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here