Home Sumsel Muara Rupit Cium Bau Gas dari Ilegal Drilling, Warga Desa Mengungsi

Cium Bau Gas dari Ilegal Drilling, Warga Desa Mengungsi

0
Lokasi pengeboran yang saat ini diduga menyeburkan bau gas dan rembesan minyak keluar permukaan tanah

MURATARA,PE- Akibat banyaknya aktivitas pengeboran minyak tradisional yang diduga dilakukan secara ilegal (Ilegal Drilling) di Desa Beringin Makmur 2 (BM2) Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), beberapa Kepala Keluarga (KK) mengungsi sementara waktu demi keamanan, Rabu (5/8/20) malam.

Pasalnya, warga terpaksa mengungsi karena mencium bau gas keluar dari tanah dan aliran minyak di sungai diduga dari kegiatan pengeboran minyak ilegal yang berada dekat dengan pemungkiman warga serta Kantor Koramil, Polsek dan Kantor Kecamatan Rawas Ilir.

Subandri, salah satu warga Desa BM2 yang sempat ikut mengungsi mengatakan, jarak rumahnya dan lokasi aktivitas pengeboran minyak itu sekiatar 200 meter. “Bau gas itu sangat menyengat sampai ke rumah, sehingga kami terasa sesak saat bernafas. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semalam saya bersama keluarga memutuskan untuk pindah sementara,” jelasnya, Kamis (6/8), disela-sela rapat mediasi antara warga dengan Pemerintah Kecamatan, Polsek, Koramil dan pihak Polres Muratara.

Menurutnya, bukan keluarganya saja yang pindah tadi malam, bahkan sekitar 7 kepala keluarga yang mengungsi karena merasa takut. Oleh karena itu dengan telah diadakannya rapat bersama, dia berharap agar tidak ada lagi aktivitas pengeboran disana.

“Karena selain mengganggu pernafasan, aktivitas pengeboran itu juga pasti berdampak pada lingkungan sekitar. Harapan kami agar kedepan tidak ada lagi aktivitas itu,” harapnya.

Sementara Yetra, salah satu tokoh pemuda Desa BM 2 mengungkapkan, adanya aktivitas tersebut mungkin karena sebelumnya juga ada bekas pengeboran tua yang diusahakan kembali oleh sejumlah masyarakat. Terkait adanya pengakuan dari masyarakat yang melakukan aktivas pengeboran karena telah ada kesepakatan dengan oknum-oknum tertentu, Yetra mengungkapkan dia tidak bisa memastikan itu benar atau tidak. “Namun hal itu bukan menjadi rahasia lagi. Yang jelas kita meminta tidak ada lagi aktivitas pengeboran di lokasi itu,” pintanya.

Dari informasi yang dia dapat, dilokasi tersebut ada sekitar 21 lubang pengeboran, baik yang menghasilkan minyak maupun tidak. Kabarnya juga, aktivitas itu telah berlangsung hampir tiga bulanan. “Jadi berdasarkan hasil keputusan rapat tadi, mungkin hari ini baik dari aparat penegak hukum maupun masayarakat akan melakukan penyegelan di lokasi tersebut”, terangnya.

Diakuinya, dampaknya sendiri semalam telah dirasakan oleh masyarakat yang ada disini. Karena kebenaran lokasinya juga berada di pemungkiman masyarakat, sementara diperkirakan radius bau gas yang menyengat itu bisa mencapai sekitar 500 meteran. Untuk jangka panjang, lanjutnya, pasti akan mencemari aliran sungai yang ada disekitar desa ini.

Sementara Camat Rawas Ilir, Heri Martoni usai rapat mediasi bersama masyarakat menjelaskan, dari hasil kesepakatan rapat tadi pihaknya bersama masyarakat akan mebentuk tim penyelamatan dan juga akan berkomunikasi dengan pihak perusahaan yang berkompeten dibidangnya, untuk menangani cara penghentian gas dan aliran minyak itu.

“Tadi juga pihak dari Polres sedang melakukan pengecekan dilapangan, dan kemungkinan untuk limbah minyak yang sudah menyembur keluar itu akan dibuatkan kolam penampungan sebagai langkah antisipasi sementara,” terangnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here