Home Sumsel Muara Rupit DLHP Muratara Ambil Sampel Air di Sekitar PT KWI

DLHP Muratara Ambil Sampel Air di Sekitar PT KWI

0

MURATARA,PE- Adanya laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran sungai oleh PT Kirana Windu (KWI) Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Muratara melakukan pemantauan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT KWI, Kamis (13/8/20).

Dalam pemantauan IPAL oleh DLHP bersama UPTD Laboratorium Lingkungan DLHP Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut, sekaligus dilakukan pengambilan sampel air Sungai Rawas diseputar PT.KWI. Sampel air selanjutnya akan diperiksa dan diuji laboratorium, untuk melihat kebenaran kualitas air seperti yang dilaporkan masyarakat.

Kepala DLHP Muratara, Zulkifli melalui Kabid PPLH, Indrayani mengatakan, kegiatan pihaknya hari ini untuk mengklarifikasi terkait adanya laporan masyarakat soal dugaan adanya pembuangan limbah ke Sungai Rawas oleh PT KWI. Pihaknya bersama Tim Laboratorium Lingkungan DLHP Sumsel, kata dia, mengambil sampel air diseputaran PT KWI untuk dilakukan pengujian.

“Karena kita belum bisa membuktikan apakah laporan itu benar atau salah, dan kita tunggu saja hasil laboratoriumnya yang akan keluar selama 14 hari nanti,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan tim di lapangan tadi, ujarnya, terdapat ikan yang hidup dalam kolam pengolahan IPAL yang sudah dinetralisirkan. Tetapi untuk lebih pasti benar atau tidak laporan itu, nanti akan dibuktikan lewat hasil laboratoriumnya. “Kami juga berterima kasih atas perhatian masyarakat maupun tokoh pemuda yang berperan aktif melaporkan untuk kebaikan-kebaikan lingkungan,” sampainya.

Kepada perusahaan yang ada di Kabupaten Muratara, tegasnya, juga harus serius dalam mentaati aturan lingkungan. Jangan sampai keberadaan perusahaan itu, malah memberikan dampak negatif bagi masyarakat. “Mari kita jaga bersama-sama lingkungan, karena seperti aliran sungai yang ada di Kabupaten Muratara itu masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat,” pesanya.

Sementara Deputi Direktur Operasional PT.KWI, Heru Prayogo, mengungkapkan sebagai bentuk klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online bahwa perusahaannya membuang limbah mengandung markuri ke sungai, pihaknya menyurati DLHP Muratara untuk melakukan pemeriksaan dilapangan dengan mengajak Tim Laboratorium Provinsi.

“Perusahaan kami dalam pengolahan karet 100 persen getah karet (bahan baku) dibeli dari masyarakat atau suplayer, karena memeng PT KWI tidak memiliki kebun sendiri. Akan tetapi diseputar aliran sungai yang berada dekat PT KWI memang banyak terdapat aktivitas penambangan, termasuk juga penambangan emas,” terangnya.

Dengan semuanya bahan baku yang dibeli dari masyarakat, petani atau suplayer itu, kata dia, artinya semua bahan pengolahan karet itulah yang diolah. Tetapi hasil pengolahan airnya sendiri sebelum dialirkan ke sungai, semuanya melalui proses di bak IPAL. Bak IPAL itu sendiri juga sudah memiliki izin.

Menurutnya, semua izin pengolahan bak IPAL sendiri sudah sesuai undang-undang yang berlaku. “Air olahan tersebut baru dapat dialirkan di sungai. Bahkan perusahaan kami juga sebagian tetap mengunakan kembali air tersebut untuk proses produksi. Untuk pengujian sampel air sendiri wajib dilakukan setiap bulan dengan beberapa parameter, termasuk juga sampel biota yang ada di sungai,” paparnya.

Pihaknya selaku perusahaan akan mengikuti parameter yang harus ditaati, sehingga dapat memiliki manfaat baik untuk masyarakat sekitar, karyawan, maupun juga sebagai PAD Kabupaten Muratara.

Disampaikannya juga, lebih dari 80 persen karyawan PT KWI berasal dari penduduk lokal, sehingga dirasa cukup memberikan dampak yang positif untuk lingkungan sekitar. “Sehingga kita semua bersama-sama menjaga eksistensi PT KWI. Kalaupun ada hal-hal yang negatif, tolong bisa sampaikan kepada kami agar bisa diklarifikasi bersama,” harapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here