Home Pendidikan Dosen PGPAUD Unsri Ajarkan Alat Permainan Edukatif

Dosen PGPAUD Unsri Ajarkan Alat Permainan Edukatif

0

PALEMBANG, PE – Meski di tengah pandemi Covid-19, sejumlah dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Sriwijaya (Unsri), tetap menjalankan Tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, pelatihan difokuskan pada pembuatan alat permainan edukatif bagi guru PAUD di Kota Palembang, Sabtu (8/8).

Pelatihan yang diselenggarakan via Zoom Meeting ini mendapat sambutan luas dari para guru TK/PAUD. Setidaknya ada 36 guru yang tersebar di berbagai TK dan PAUD seperti TK Azzahra, TK IT Izzudin, TK Negeri Pembina 2, TK Ditawijaya Palembang, RA Fatimah Palembang, PAUD Taam An-Nuur, PAUD Permata Bunda, TK Kartika II.1 Palembang, TK Al-Kautsar Indralaya dan TK Menara Fitrah Indralaya.

Ketua Pelaksana Dra. Hasmalena, M.Pd menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk bekerja sama dan kolaborasi serta berbagi pengetahuan dan memberikan solusi terhadap masalah yang ditemui oleh guru, orang tua dan masyarakat di lapangan dengan memberikan inovasi terhadap masalah yang dihadapi.

Dia menjelaskan, alat permainan merupakan semua alat bermain yang digunakan oleh anak untuk memenuhi naluri bermainnya dan memiliki berbagai macam sifat seperti bongkar pasang, mengelompokan, memadukan, mencari padananya, merangkai, membentuk, mengetok, menyempurnakan suatu disain atau menyusun sesuai bentuk utuhnya.

“Sedangkan Alat permainan edukatif merupakan alat yang bisa merangsang aktifitas bermain dan dapat menstimulasi serta mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak,” jelasnya bersama Koordinator Prodi PGPAUD FKIP Unsri, Dra. Syafdaningsih, M.Pd.

Masalah tersebut, sambung dia, sering dijumpai pada guru PAUD, termasuk PAUD di Kota Palembang. Keterbatasan penggunaan alat permainan edukatif (APE) dikarenakan ketidakmampuan guru dalam memanfaatkan secara optimal APE yang sudah ada, sedangkan keterbatasan pengadaannya disebabkan oleh keengganan untuk membuat sendiri.

“Diperlukan sedikit kreativitas dari guru PAUD untuk dapat membuat APE sendiri, karena banyak bahan bahkan bahan bekas yang dapat dijadikan sebagai alternatif pembuatan APE,” katanya.

Dia menjelaskan, kemajuan teknologi internet dapat dimanfaatkan dalam menggali ide pembuatan APE. Jadi pada dasarnya tidak ada hal yang menghambat guru PAUD dalam pengadaan dan pemanfaatan APE. “Maka melalui kegiatan pelatihan ini Prodi PG-PAUD akan membuka wawasan pengetahuan dan pemahaman pentingnya APE bagi anak usia dini, serta memberi pelatihan keterampilan dalam membuat APE bagi guru PAUD di Kota Palembang,” terang Hasmalena.

Lebih jauh dia menjelaskan, alat permainan edukatif bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi, pembelajaran dan permainan, sedangkan bagi guru merupakan sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Secara umum penyelenggara PAUD berpendapat bahwa pengadaan APE dengan cara membeli pada produsen alat-alat permainan dijadikan sebagai cara yang paling mudah, cepat dan ekonomis.

Sementara ketika pengadaannya telah dipenuhi, pemanfaatan kurang maksimal, optimal dan intens, belum lagi adanya keluhan ketidaksesuaian dengan tema dan materi pembelajaran serta keterbatasan penggunaannya. APE tidak harus bagus dan selalu dibeli di toko, hasil buatan sendiri atau alat permainan tradisional pun dapat digolongkan sebagai APE asalkan memenuhi syarat untuk mengembangkan berbagai apek perkembangan anak, menarik, dapat dimainkan dengan berbagai variasi, tidak mudah rusak, dan dapat diterima oleh semua kebudayaan.

“Dalam pertemuan itu, tidak hanya membahas mengenai alat permainan edukatif, narasumber juga ikut membantu guru dalam menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi guru pada pembelajaran dari rumah, seperti bagaimana melakukan evaluasi perkembangan anak, bagaimana solusi pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus dan lain sebagainya,” jelasnya.

Diharapkan setelah melakukan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini guru-guru dapat mengembangkan dan menciptakan Alat Permainan Edukatif yang inovatif, kreatif dan bermakna bagi anak. Selain itu, diharapkan guru-guru bisa memanfaatkan bahan-bahan dan alat yang ada di sekitar anak serta dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam proses implementasi sehingga aspek perkembangan anak berkembang dan di stimulasi sesuai dengan tahapan perkembangannya.

“Diharapkan juga guru dan orang tua dapat berkolaborasi dalam menciptakan APE dengan menggunakan pendekatan saintifik sehingga pembelajaran yang dilaksanakan pada masa Pandemi Covid -19 tetap berjalan dan stimulasi perkembangan anak tetap dilaksanakan,” jelasnya. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here