Home Kriminal Dua Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Tapal Batas Dilimpahkan ke Kejari Palembang

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Tapal Batas Dilimpahkan ke Kejari Palembang

0
Unit Tipikor Polrestabes Palembang saat melimpahkan tersangka dugaan Korupsi Proyek Tapal Batas ke Kejari Palembang.

PALEMBANG, PE – Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tugu tapal batas Palembang-Banyuasin yang berlokasi di Jalan Tanjung Api-Api, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

Kedua tersangka yakni Khairul Rizal dan Otong Iskandar berikut berkas perkaranya dibawa Unit Tipikor Polrestabes Palembang yang dipimpin langsung AKP Hamsal, ke ruang Pidsus di lantai 2 Kejari Palembang.

Diketahui, tersangka Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tapal batas. Sementara satu tersangka lainnya Otong Iskandar, merupakan kontraktor proyek pembangunan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang Tahun Anggaran 2013.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Tipikor Polrestabes Palembang, AKP Hamsal mengatakan, tersangka Khairul Rizal saat ini sedang mengajukan cuti bersyarat terhitung sejak tanggal 17 Juli 2020 lalu.

“Salah satu tersangka yakni Khairul Rizal yang merupakan tahanan Rutan Pakjo kasus, yang telah diputus pada 2019 lalu. Saat ini statusnya bebas dengan mengajukan cuti bersyarat dari Lapas Pakjo, sejak tanggal 17 Juli lalu,” ujarnya, Kamis (6/8).

Sementara itu modus yang dilakukan oleh tersangka ini, lanjut dia, kurang lebih hampir sama dengan perkara yang telah diputus sebelumnya, yakni adanya dugaan pengurangan volume pekerjaan pembangunan tugu tapal batas.

“Atas adanya dugaan itu, kerugian negara yang disebabkan menurut perhitungan ada sekitar Rp 815 juta dengan pagu anggaran pembangunannya sekitar Rp 1,2 Milyar,” katanya.

Lanjut AKP Hamsal, ada pun barang bukti yang diamankan berupa dokumen 34 eksemplar, dan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara dari BPK RI. “Banyak barang bukti yang juga kita serahkan. Namun secara rinci itu yang kita serahkan,” bebernya.

Atas ulahnya kedua tersangkan akan dijerat pasal 2 pasal 3 pasal 9 pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 KUHP. Ancaman minimal 1 tahun maksimal 20 tahun

Sekadar informasi, kasus ini sudah terjadi pada tahun 2013 lalu. Hasil penyelidikan Tim Pidkor Polrestabes Palembang, kasus ini bermula atas indikasi mark up pembangunan tugu tapal batas di empat titik.

Keempat titik tersebut yakni di Palembang-Banyuasin di dekat Terminal Alang Alang Lebar di kilometer 12, Palembang-Banyuasin di wilayah Jakabaring, Palembang-Banyuasin di wilayah Simpang Tanjung Api-Api (TAA) dan uperbatasan Palembang-Indralaya di wilayah Kertapati.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Palembang telah memvonis empat terdakwa Ahmad Toha, M. Ikhsan Fahlevi, Asmol Hakim dan Khairul Rizal untuk proyek pembangunan tugu tapal batas Palembang-Banyuasin yang berada di Jakabaring dengan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun dan 4 bulan. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here