Home Headline News Fadil Hibahkan Kemudi Kapal Era Sriwijaya ke Museum Balaputra Dewa

Fadil Hibahkan Kemudi Kapal Era Sriwijaya ke Museum Balaputra Dewa

0
Sahfadilah, pemilik Kemudi Café, menghibahkan kemudi kapal era Kerajaan Sriwijaya kepada Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Chandra Amprayadi.

Palembang, PE – Apa yang dilakukan Sahfadilah, pemilik Kemudi Café di kawasan Jakabaring, patut menjadi teladan bagi masyarakat. Ia menghibahkan kemudi kapal dari kayu era Kerajaan Sriwijaya kepada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa, untuk dirawat dan dilestarikan.

 

Penyerahan benda cagar budaya tersebut dilakukan Sahfadilah kepada Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Chandra Amprayadi di kafenya, yang terletak di Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan Seberang Ulu I, Jakabaring, Palembang, Rabu (19/8) sore.

 

“Ini kemudi peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Saya dengan penuh kerelaan menghibahkannya kepada Museum Balaputra Dewa, untuk dirawat dan dilestarikan,” kata pria yang akrab disapa Fadil ini.

 

Menurutnya, benda tersebut ditemukan oleh penyelam di Sungai Musi pada 2017. Lantaran mereka punya kedekatan dengan dirinya, benda tersebut akhirnya diserahkan kepada Fadil. Selama dalam penguasaannya, sudah banyak pejabat pemerintahan yang meminta agar benda cagar budaya itu diserahkan ke museum untuk dirawat. Tapi, ia selalu menolak.

 

“Dari dulu, saya sering ditelepon oleh pihak Dinas Pariwisata. Bahwa ini peninggalan bersejarah dan akan lebih baik diserahkan ke museum untuk dirawat, agar bisa jadi kenangan untuk anak cucu kita. Tapi saya masih ego. Jadi saya selalu tolak permintaan itu,” tuturnya.

 

Terlebih, kata dia, benda ini telah menjadi ikon Kemudi Cafe. Sehingga makin berat buat dia untuk melepasnya ke pemerintah. Menurutnya, Wanda adalah orang yang paling sering menghubunginya untuk memintanya menyerahkan benda ini ke museum. Benda ini bisa sampai ke kafenya juga lantaran dia.

 

“Dia sering sekali telepon saya. Enam bulan sekalilah menanyakan kemudi. Seminggu lalu pun, dia juga minta. Bahkan kepala dinas sudah berapa orang datang ke sini. Tapi saya tidak berikan,” ucapnya.

 

“Entah kenapa, pagi tadi saya ditelepon Wanda lagi. Saya pun dengan rela menyerahkan kemudi ini ke Museum Balaputra Dewa,” ujarnya lagi.

 

Kerelaannya menyerahkan kemudi kapal lantaran dia sendiri cukup kesulitan merawatnya. Ia sampai meminta bantuan Dinas Pariwisata Kota untuk membantu.

 

Kemudi kapal ini berukuran besar. Mencapai delapan meter dengan berat hingga satu ton. Kemudinya saja sudah sebesar itu, bagaimana ukuran kapalnya. Ini memperlihatkan betapa hebatnya kekuatan armada maritim Kerajaan Sriwijaya di masa itu. Kemudi terbuat dari kayu ulin ini, diyakini berasal dari abad 16 masehi.

Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Chandra Amprayadi mengapresiasi keputusan warga menyerahkan kemudi peninggalan Kerajaan Sriwijaya kepada pihak museum.

 

“Kami sangat bahagia dan bangga bahwa kemudi peninggalan Kerajaan Sriwijaya, yang selama ini diidam-idamkan, akhirnya menjadi salah satu koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan,” katanya.

 

Menurutnya, kemudi kapal ini akan dipamerkan di ruang pamer dua Museum Negeri Sumatera Selatan. Dan nama Fadil akan diabadikan sebagai penghibah dari koleksi tersebut.

 

Sebagai bentuk apresiasi, Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa menyerahkan uang kompensasi kepada Fadil, sebagai pengganti biaya perawatan selama ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, kesadaran masyarakat akan arti pentingnya sejarah Kerajaan Sriwijaya semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan keikhlasan warga menyerahkan salah satu kemudi kapal yang ditemukan di perairan Sungai Musi beberapa tahun silam. Dan menurut Kajian Tim Balai Arkeologi Palembang, kemudi tersebut adalah kemudi kapal pada zaman Sriwijaya.

 

“Saya sangat mengapresiasi Kepala UPTD Museum Negeri Balaputra Dewa Pak Candra Amprayadi, yang telah berhasil membujuk pemilik kemudi yang memiliki nilai sejarah tersebut, untuk disimpan di Museum Negeri Balaputra Dewa. Dengan temuan kemudi perahu ini, semakin membuktikan eksistensi dari Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan,” ucapnya.

 

Wanda Lesmana, penggiat budaya, yang menjadi mediator penyerahan kemudi kapal Sriwijaya, adalah sosok yang berperan dalam penyerahan benda bersejarah ini ke warga ketika ditemukan.

 

“Kemudi ini ditemukan tahun 2017 oleh nelayan di Kramasan. Saya ikut terlibat dalam proses itu. Kebetulan ada seorang tokoh, Pak Fadil di Jakabaring. Dia bersedia menampung pada saat itu,” ujarnya.

 

Ia mengimbau warga, agar jangan khawatir menyerahkan benda-benda bersejarah kepada museum. Sebab benda tersebut tidak akan hilang, apalagi rusak.

 

“Bahkan masyarakat bisa mengunjungi museum dan melihat sendiri benda-benda yang pernah dihibahkannya,” ujarnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here