Home Headline News Jadi Tersangka, YouTuber Palembang Minta Maaf

Jadi Tersangka, YouTuber Palembang Minta Maaf

0
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kanit Pidana Khusus (Pidsus), Iptu Harry Dinar

PALEMBANG, PE – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang menetapkan Edo Dwi Putra dan Diky Firdaus menjadi tersangka, terkait viralnya video prank bagi-bagi daging kurban tapi berisi sampah.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kanit Pidana Khusus (Pidsus), Iptu Harry Dinar mengatakan, ditetapkan Youtuber Palembang itu sebagai tersangka karena terbukti melanggar pasal 14 ayat (1) dan (2) undang-undang nomor 1 tahun 1946 dan pasal 27 ayat (1) Jo pasal 45 ayat (1) undang-undang RI nomor 19 tahun 2016.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan unit Pidsus, kedua pelaku terbukti bersalah karena memuat konten video pembohongan publik demi untuk meraih bundi-bundi uang,” ujarnya, Senin (3/8).

Tidak hanya itu, Kombes Pol Amon menjelaskan bahwa video prank bagi-bagi daging kurban tapi berisi sampah itu setingan yang sudah direncanakan oleh pelaku Edo.

“Video yang viral itu setingan, dimana melibatkan orang tua dan orang tua angkat pelaku,” katanya. Kedua pelaku ditangkap dikediamannya, perumahan Mega Asri, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Tertangkapnya kedua pelaku, berawal dari unit Pidsus melakukan patroli Cyber dan menemukan konten YouTube dengan judul prank bagi-bagi daging kurban ke emak-emak yang di-posting pada 31 Juli 2020 lalu melalui akun akun YouTuber Edo Putra Official, Sabtu (1/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dengan informasi yang didapatkan, anggota kita melakukan pengecekan dan berhasil mengamankan pelaku dikediamannya masing-masing di daerah Banyuasin,” tuturnya.

Lanjut dia mengatakan, bahwa dalam pembuatan video yang disebar para pelaku memiliki perannya masing-masing. “Mereka memiliki peranan masing-masing, dan saat ini kita sedang melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya yang ikut berperan dalam pembuatan video tersebut yakni Hadi Jaya Karim dan Istiqomah alias Raam Syahputra,” ungkapnya.

Untuk barang bukti yang diamankan, atnara lain baju pelaku yang digunakan dalam aksi tersebut, dua buah ponsel, antingan, buku tabungan, akun YouTube pelaku hingga jam tangan pelaku.

Sementara itu, Edo dan Diki mengakui bahwa konten Video yang diungahnya merupakan setingan semata. “Itu setingan saja yang melibatkan pihak keluarga,” bebernya.

Ia menuturkan, bahwa video prank tersebut sudah direncanakan dan ia tidak menyangka akan seperti, padahal hanya untuk mencari pundi-pundi uang semata. “Saya tidak menyangka akan seperti ini, saya sangat menyesal dan meminta maaf atas video yang diunggahnya tersebut,” tutup keduanya dengan wajah tertunduk. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here