Home Sejarah Kisah Tujuh Pasukan Belanda yang Tewas di Pedalaman Palembang (Bagian Terakhir)

Kisah Tujuh Pasukan Belanda yang Tewas di Pedalaman Palembang (Bagian Terakhir)

0
Kuburan Leonard (Leo) Kuijpers dan dua rekannya Bolleurs dan Van den Braak yang tewas di pedalaman Palembang, di Pemakaman Perang Pandu di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Sumber Poto: http://www.archiefvantranen.nl
Dudy Oskandar

Oleh Dudy Oskandar
(Jurnalis dan Peminat Sejarah Sumatera Selatan)

TUBUH ketiga muncul dan mengapung di sungai pada tanggal 29 Desember sekitar jam 2 malam. Lagi-lagi itu adalah orang kulit putih, seorang prajurit Belanda yang hilang.

Dia masih mengenakan celana dalamnya. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan sabetan klewang, kuku jari kaki dicabut, jari terpotong, tangan diikat dengan tali tebal di bagian belakang.

Dia juga dimakamkan dengan cara yang sama, bersama yang lain ditempat yang sama sedangkan jenazah-jenazah lainnya belum ditemukan.

Sersan Mayor Van de Zande berkata: “Anak lelaki itu tidak diidentifikasi secara resmi, foto jenazah itu diambil dari mereka. Kami menguburkannya. Inilah perang yang ditakutkan dan kami ingin anak itu dikubur. ”

Terlepas dari kenyataan bahwa mayat-mayat tentara Belanda itu tidak memiliki identitas, Van de Zande mengatakan dia mengenali salah satu seorang prajurit Belanda, Leo Kuijpers dengan perawakannya. Dia juga telah membawa tentara Bolleurs, untuk mengeluarkan jenazah Leo dari air, dia mengenali jenazah Leo dari cincin yang dia kenakan.

Dia juga tahu jenazah lainnya seperti prajurit Van den Braak dari Den Haag.

Pada bulan Februari 1948 beberapa komandan TNI hadir di detasemen Belanda Tjampangtiga, mereka adalah Kapten Alamsjah dan Letnan Asnawi. Mereka ditanyai tentang kasus tujuh tentara yang hilang tersebut.

Mereka tampaknya tidak mau membuat pernyataan. Namun kehadiran prajurit Sambernan bin Sangratoe, yang memiliki senapan Lee Enfield milik dari salah satu patroli Belanda yang hilang tersebut, juga tidak memberikan informasi jelas mengenai kematian para prajurit Belanda tersebut. Karena orang seperti itu harusnya dideportasi dari wilayah Republik berdasarkan peraturan resmi.

Setelah penangkapan seorang tani (seorang petani Indonesia) pada tanggal 21 Desember 1947, pada bulan Maret dan April 1948, Angkatan Darat Kerajaan Belanda dan Kelompok Intelijen dan Keamanan Wilayah kemudian melakukan setidaknya sepuluh penangkapan dan menginterogasi orang-orang yang dicurigai.

Interogasi-interogasi ini juga menunjukkan bahwa tujuh tentara Belanda tersebut dibunuh oleh anggota TNI, tentara resmi Republik Indonesia.

Para prajurit Belanda yang hilang 7 orang hanya tiga yang ditemukan diantaranya Kuijpers, Bolleurs dan Van den Braak. Mereka awalnya dimakamkan kembali sebagai seorang prajurit yang tidak dikenal di lokasi Pemakaman Pandu, Bandung, Jawa Barat.

Berkat kerja sama Oorlogsgravenstichting, upacara khusus digelar pada tahun 2006 di Pemakaman Perang Pandu di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Nama-nama prajurit Van den Braak, Bolleurs dan Leonard Kuijpers, yang telah dimakamkan sebagai tentara yang tidak dikenal selama 58 tahun, akhirnya terungkap identitasnya.

Kakak-kakak perempuan Kuijpers yang sangat tua juga hadir pada upacara tersebut, inilah harapan mereka yang dinantikan: hari itu mereka melihat saudara mereka, Leo kini tidak lagi dikubur tanpa nama.

Sedangkan sejarawan Sumsel, Syafruddin Yusuf membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya pasukan dipimpin Kopral WJ Jonker terpisah dari pasukan induk dan tersesat. Pasukan ini berhadapan dengan laskar dan pasukan TNI, dan akhirnya pasukan Belanda ini ditangkap.

“Kematian tujuh orang tentara Belanda ini memang dalam kondisi perang, walaupun kejadiannya setelah agresi militer pertama. Walaupun ada gencatan senjata, namun insiden-insiden kontak senjata sering terjadi kala ini antara pasukan Belanda dengan TNI dan pasukan laskar,” katanya. ***

Sumber:

1. Kerajaan Belanda dalam Perang Dunia Kedua: Hindia Belanda, oleh Dr. med. L. de Jong
2. Depot Arsip Pusat, Kementerian Pertahanan Rijswijk
3. Institut Sejarah Militer, Den Haag
4. Kuburan Perang Belanda Stichting-‘s-Gravenhage
5. Percakapan dengan mantan tentara 4,7. RI dari Tentara Kerajaan Belanda. Diskusi dengan mantan tentara Tentara Kerajaan Belanda-India
6. Percakapan dengan mantan tentara Intelijen Teritorial dan Keamanan di Sumatera Selatan
7. http://www.archiefvantranen.nl

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here