Home Nasional Pemerintah Perbolehkan Belajar Tatap Muka Termasuk di SMK

Pemerintah Perbolehkan Belajar Tatap Muka Termasuk di SMK

0
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto (kemeja putih, masker merah) saat kunjungan ke SMK Negeri 27 Jakarta, Selasa (11/8)

JAKARTA, PE – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama tiga kementerian lainnya bakal memperbolehkan sekolah yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk kembali buka dan melakukan proses belajar mengajar tatap muka. Hanya saja dalam pelaksanaannya perlu persiapan yang matang.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan, terkait pernyataan SKB 4 Menteri yang baru memang memperbolehkan SMK untuk belajar tatap muka, khususnya untuk praktik.

“Awalnya SKB itu untuk SMK kan disamakan dengan SMA. Kemudian kita menjaring masukan dari guru SMK se-Indonesia. Karena banyak yang menyampaikan bahwa anak SMK itu kalau full daring pembelajaran terutama praktik akan dikhawatirkan lulusannya kurang kompeten karena 60 persen praktik,” tutur Wikan di sela kunjungan kerja di SMK Negeri 27 Jakarta, Selasa (11/8).

Wikan menjelaskan, bagi siswa SMK yang praktiknya memang dibutuhkan hadir di laboratorium atau workshop, boleh hadir ke sekolah di zona mana pun, dengan menerapkan protokol covid-19 yang sangat ketat.

Sementara untuk zona merah dan oranye hanya boleh dibuka tatap muka untuk yang harus praktik. Meskipun tatap muka tetap harus diatur urai Wikan, misalnya dengan absen ganjil genap. Ini hanya contoh, pengaturannya bebas diserahkan ke sekolah.

“Kami juga sudah berkoordinasi untuk dipastikan kesiapan protokol kesehatan di sekolah, tempat cuci tangan dan pembersihan,” tegasnya.

Nantinya masih kata Wikan, pengawasan juga akan dilakukan  bersama-sama dengan Pemda dan Gugus Tugas. Namun, pelaksanaannya tetap akan diserahkan kepada pemda dan sekolah.

“Terkait anaknya mau datang ke sekolah, sekolahnya mau buka atau tidak itu terserah, bukan kami yang mewajibkan. Nanti tetap tergantung kesiapan Pemda, sekolah, siswa, gugus tugas covid-19 di daerah tersebut dan orang tua masing-masing. Jadi, terkait dengan pengawasan, kita sudah siapkan panduan protokol di SMK,” tukasnya. DOD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here