Home Palembang Sejarawan Sumsel, Kemas Ari Panji Bacakan Dua Puisi Karya AK Gani

Sejarawan Sumsel, Kemas Ari Panji Bacakan Dua Puisi Karya AK Gani

0
Sejarawan Sumsel, Kemas A.R. Panji foto bersama Penyair Sumsel J.J. Polong

PALEMBANG.PE – Pada penutupan acara pembacaan puisi karya Dr AK Gani, Chairil Anwar, Taufik Ismail, Ws Rendra dan karya penyair lainnya, dalam rangka Hari Puisi Indonesia tanggal 26 Juli 2020, yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni dan Budaya Teater Alam dan Museum Pahlawan Nasional Dr.A.K Gani di Museum Pahlawan Nasional Dr.A.K Gani, Minggu (9/8), Sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji dan penulis buku Memoar Puisi A.K. Gani membacakan 2 puisi karya Dr AK Gani.

Hadir dalam acara itu Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal Sarkomi, para penyair dan undangan lainnya.

Puisi yang dibaca Kemas Ari Panji yakni berjudul Hukum Alam dan Janggut. “Alhamdulillah, di acara penutupan tadi saya sempat membacakan 2 puisi karya A.K. GANI (1945-1946) dengan judul Hukum Alam dan Janggut,” kata Kemas Ari Panji. Berikut petikan puisi yang dibacakan oleh Kemas Ari Panji.

HUKUM ALAM
Cacing lemah ayam kuat; cacing dimakan ayam
Ayam lemah musang kuat; ayam dimakan musang
..
Musang lemah macan kuat; musang dimakan macan
Macan lemah manusia kuat; macan dimakan manusia

Indonesia harus kuat;agar tidak dimakan penjajah

Selanjutnya dilanjutkan puisi Kedua bertajuk “Janggut”.

JANGGUT
Janggut pulang kedagu.
Ayam pulang kekolong.
Kambing pulang kekandang.
Manusia pulang kerumah
Bangsa pulang ke tanah air.
..
Kalau janggut tidak pulang kedagu, bukan janggut namanya.
Kalau ayam tidak pulang kekolong, bukan ayam namanya.
Kalau kambing tidak pulang kekandang, bukan kambing namanya.
Kalau manusia tidak pulang kerumah, bukan manusia namanya.
Kalau bangsa tidak pualng ketanah airnya, bukan bangsa namanya. DUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here