Home Konsultasi Surat Hibah Tanah Dibatalkan Pemdes

Surat Hibah Tanah Dibatalkan Pemdes

0

SAYA di tahun 1995 ada surat pernyataan hibah tanah kebun dan tanah pekarangan dari tante saya (adik ibu saya). Dimana surat hibah itu dibuat, diketahui serta ditandatangani oleh Kepala Desa.

Pada 2008 saudara sepupuh saya membuat surat pernyataan hibah lagi bersama tante saya, yang diketahui dan ditandatangani Kepala Desa yang menjabat tahun 2008.

Waktu saya tanyakan hal itu kepada Kepala Desa yang menjabat sekarang (2020), katanya surat pernyataan hibah saya sudah dibatalkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) bersamaan dikeluarkannya surat hibah kedua yang dibuat oleh sepupuh saya.

Pertanyaan saya, bisakah Pemdes membatalkan surat hibah yang pertama tanpa diketahui oleh saya. Terima kasih.

Ayub M Dayoh
Ayub-dayoh@yahoo.com

Setelah memperhatikan dan meneliti persoalan hukum tersebut diatas, izinkan saya menjawabnya sebagai berikut..

Menurut Pasal 1666 KUH Perdata bahwa hibah merupakan pemberian oleh seseorang kepada orang lain secara cuma-cuma dan tidak dapat ditarik kembali, atau barang tidak bergerak dengan akta notaris maupun barang yang tidak bergerak dengan pejabat pembuat akta tanah/PPAT pada saat pemberi hibah masih hidup.

Pada prinsipnya hibah tidak dapat dibatalkan atau ditarik kembali, namun sesuai dengan yg diatur pasal 1688 KUH Perdata.

Hibah dimungkinkan untuk dibatalkan sebagai berikut:.
1. Syarat penghibahan itu dilakukan tidak dipenuhi oleh penerima hibah
2. Si penerima telah bersalah melakukan /ikut melakukan pembunuhan/menghilangkan nyawa oang lain
3. Si penerima hibah menolak untuk memberikan bantuan nafkah ketika penghibah jatuh miskin

Dari uraian diatas hibah tahun 1995 adalah SAH sesuai Pasal 1666 KUH Perdata, sehingga pemberi hibah tidak dapat menghibahkan benda yang menjadi objek hibah tersebut kepada orang lain. Karena hibah yang pertama tidak dapat ditarik/dibatalkan oleh siapa saja, termasuk Pemerintah Desa.

Jadi kesimpulan dalam kasus ini Pemerintah Desa tidak berwenang membatalkan hibah yang terjadi pada tahun 1995 tersebut.

Demikianlah terimakasih

Kinaria Afriani. SH. MH
Advokat dan Dosen STIHPADA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here