Home Headline News Telusuri Benda Pusaka, Pengelola Museum Negeri Sumsel Disambut Adat Sugihan

Telusuri Benda Pusaka, Pengelola Museum Negeri Sumsel Disambut Adat Sugihan

0

MUARADUA, PE – Pelestarian warisan budaya di Desa Sugihan, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Terutama menyambut tamu kehormatan, warga di daerah peninggalan zaman kepasirahan tersebut melakukan prosesi penyambutan tamu menggunakan Adat Semende.

Hal ini pula yang dilakukan warga saat menyambut pengelola Museum Negeri Sumatera Selatan saat sedang melakukan kegiatan survei koleksi di desa tersebut. Rombongan yang dipimpin Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan, H Chandra Amprayadi ini, disambut warga dengan menggunakan Adat Semende.

Seperti diketahui, kegiatan survei koleksi yang dilakukan pengelola museum milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menelusuri keberadaan Kitab Arab Gundul, Surat Kaganga dan beberapa pusaka lainnya yang kini disimpan oleh tetua adat di rumah Pangeran Mesugah bin Dangsun, yang dulunya sebagai eks Pasirah Bayur sekitar tahun 1899-1945.

Saat tiba di Desa Sugihan, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, H Chandra dikalungi bunga sebagai penyambutan tamu kehormatan.

Selanjutnya dilakukan tradisi Rudat atau Hadrah yakni beterbangan dengan gendang dan Tarian Hadra. Tak sampai di situ, rombongan juga disambut dengan penampilan seni bela diri pedalaman yang dikenal dengan Kuntaw. Diketahui, m Kuntaw Semende Bayur memiliki kekhasan seperti pisau dua dengan semboyan “undur mare” atau mencari sela.

Sebelum tamu naik ke atas rumah atau tempat tamu kehormatan, warga juga menampilkan seni tari yang merupakan bagian dari seni tari asal daerah tersebut yaitu tari tanggai.

Dan terakhir, rombongan disambut dengan jamuan khas kuliner asal Bayur seperti Bugis, Lemang dan kuliner lainnya.

Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan, H Chandra Amprayadi mengaku sangat bahagia dengan sambutan adat yang dilakukan warga Desa Sugihan, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.

“Saya berharap, warisan budaya ini untuk terus dijaga agar bisa dikenal hingga anak dan cucu,” harap H Chandra.

Dia menjelaskan, kedatangan tim Museum Negeri Sumatera Selatan ke daerah tersebut untuk menelusuri dan mensurvei benda pusaka warisan budaya yang masih disimpan baik oleh tetua adat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tetua adat yang sudah menjaga warisan budaya hingga kini. Warisan budaya ini sangat berharga untuk menceritakan kembali sejarah masyarakat waktu itu,” terangnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here