Home Kriminal Vonis Hakim Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis Hakim Lebih Berat dari Tuntutan JPU

0
Majelis hakim saat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara pada terdakwa Maintariksa

PALEMBANG, PE – Majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu SH, menjatuhkan vonis penjara selama 20 tahun terhadap Maintariksa. Vonis dikatakannya dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang, Selasa(11/8).

Hukuman yang diberikan oleh majelis hakim tersebut melebihi tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dyah Rahmawati yakni hukuman 14 tahun penjara, seminggu yang lalu.

“Dengan ini mengadili bahwa terdakwa terbukit bersalah sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan. Untuk hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak merasa bersalah dan pernah masuk kurungan sebanyak 2 kali. Sementara untuk hal- hal yang meringankan, terdakwa tidak ada,” tegas hakim sambil mengetuk palu.

Setelah mendengar pembacaan putusan dari ketua majelis hakim, Maintariksa pun menerima hukuman tersebut.

“Iya saya menerima,” ujarnya dengan nada lemas saat sidang teleconference masih berlangsung.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa Rizal menyatakan keberatan atas putusan tersebut lantaran semua keterangan yang diberikan hakim tidaklah benar.

“Kurang setuju sebenarnya karena keterangan hakim tadi tidak ada hal-hal yang memberatkan, padahal terdakwa sendiri ketika itu datang dan mengakui perbuatannya ke Polsek sendiri tanpa ditangkap. Belum lagi selama persidangan berlangsung ia juga bersikap sopan dan tenang,” terangnya usai persidangan selesai.

Namun karena terdakwa sudah menerima, pihaknya tidak bisa lagi memberikan bantuan.

“Seharusnya pasal yang dikenakan itu bukan Pasal 340 tapi Pasal 338 KUHP. Hukuman terdakwa tersebut terlalu tinggi,.dan menurut saya itu hukumannya tidak manusiawi,” tegasnya.

Dijelaskannya juga, terdakwa menyatakan menerima lantaran ia sudah kebingungan. Sementara terdakwa lupa kalau ia memiliki kuasa hukum.

“Tadi itu hakim hanya bertanya sama dia, mungkin dia lupa kalau ada kuasa hukumnya. Hakim tidak menyatakan kepada terdakwa apakah kuasa hukum yang berbicara, jadi dia menerima saja,” jelasnya.

Kini langkah selanjutnya dirinya akan bertemu terdakwa untuk membicarakan kasus tersebut. Jika memungkinkan kembali, sidang pihaknya akan mengajukan banding.

Sebelumnya, Maintariksa pada Februari di Kecamatan Kertapati diduga telah melakukan pembunuhan dengan golok terhadap korban Adi Saputra.

Terdakwa membunuh korban lantaran sakit hati diejek dengan sebutan ustadz, setiap kali korban bertemu dengan dirinya.

Sehingga pelaku langsung membawa golok, dan menemui korban dan langsung melakukan pembacokan sebanyak dua kali di bagian bawah perut

Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami luka dibagian bawah perut hingga menyebabkan usus korban keluar dan nyawa korban tidak tertolong.

Usai kejadian tersebut, korban langsung ke Polsek terdekat untuk menyerahkan diri dan diperiksa oleh pihak kepolisian setempat.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here