Home Palembang Kantor Bea Cukai Sumbagtim bersama Bea Cukai Palembang Musnahkan Barang Sitaan

Kantor Bea Cukai Sumbagtim bersama Bea Cukai Palembang Musnahkan Barang Sitaan

0
Pemusnahan barang sitaan Kantor Kantor Bea Cukai Sumbagtim bersama Bea Cukai Palembang

PALEMBANG, PE – Kantor Bea Cukai Sumbagtim dan Kantor Bea Cukai Palembang mencatat hingga September 2020, ada 650 pelanggaran Kepabeanan dan Cukai yang ditindak.

Kepala Kanwil Kantor Bea Cukai Sumbagtim, Dwijo didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Palembang, Abdul Haris mengatakan, ditengah pandemi saat ini masih banyak oknum yang berupaya memasarkan barang secara ilegal dan juga memasukan barang dari luar negeri tanpa izin ataupun menyalahi aturan yang telah ada.

“Hal ini terbukti dari hasil pelanggaran yang kita lakukan bersama Kantor Bea Cukai Palembang,” ujarnya, Rabu (23/9). Dirinya menuturkan, bahwa paling banyak pelanggaran barang impor yang dikirim melalui Kantor Pos dengan jumlah 350 pelanggaran.

Disusul, pelanggaran Cukai Tembakau Rokok sebanyak 247 pelanggaran. Baru disusul pelanggaran impor barang penumpang sebanyak 30 pelanggaran, dan juga ada pelanggaran impor umum sebanyak 18 pelanggaran.

Sisanya, pelanggaran Cukai Minuman Mengandung Etik Alkohol (MMEA) Impor sebanyak 2 pelanggaran, cukai MMEA lokal, ekspor barang penumpang dan ekspor umum masing-masing 1 pelanggaran.

Dari sekian banyak penindakan kepabeanan yang dilakukan, terlihat sangat banyak penindakan terhadap karpet dari luar negeri dengan jumlah 432 pcs karpet.

Baru disusul busur dan anak panah sebanyak 186 pcs , erta sex toys dan barang pornografi sebanyak 125 pcs. Tidak hanya itu, penindakan juga dilakukan untuk Cukai mulai dari rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai, pita cukai palsu dan pita cukai tidak sesuai peruntukan di kemasan rokok sebanyak 5.714.869 batang rokok.

Termasuk juga 330 MMEA, 35 botol Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dan 200.800 gram tembakau iris. “Semua barang sitaan kita ini kita musnahkan bersama Kantor Bea Cukai Palembang,” katanya.

Lanjut dia mengatakan, bila barang ini sampai beredar, setidaknya negara akan mengalami kerugian senilai Rp 2.7 Milyar. “Saat ini, kami juga mengantisipasi masuknya Tembakau Gorila yang bentuknya sama seperti tembakau pada umumnya. Ini sudah ditemukan di Tanjung Pandan dan sudah kami sita. Tembakau ini, sama berbahayanya seperti narkoba,” tambahnya.

Ia menambahkanm akan melakukan pengawasan lebih dan penindakan agar tembakau ini tidak masuk ke wilayah Sumbagtim khususnya Sumsel. “Pemusnahan yang kita lakukan sebagai langkah memberikan perlindungan kepada masyarakat dan industri dalam negeri, dari gempuran barang impor yang tidak sesuai ketentuan pemerintah,” tutupnya. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here