Home Headline News LCC Ajang Seleksi Kejuaraan Nasional

LCC Ajang Seleksi Kejuaraan Nasional

0
Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat SMP se-Sumsel di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Selasa (22/9).

PALEMBANG, PE – Dalam rangka mengajak generasi milenial agar gemar ke museum, Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat SMP se-Sumsel di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Selasa (22/9).

Kegiatan yang berlangsung dua hari, 22-23 September itu, diikuti 27 SMP di Provinsi Sumatera Selatan. Untuk menghindari kerumunan massa, acara dibagi dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari empat pertandingan diikuti 12 tim mulai pukul 08.30 hingga 11.00. Lalu gelombang kedua sebanyak lima pertandingan diikuti 15 tim dimulai setelah istirahat makan siang.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Museum Negeri Sumsel Chandra Amprayadi. Dalam sambutannya, ia mengatakan, kegiatan ini merupakan seleksi untuk mengikuti event nasional.

“Kegiatan ini akan diadakan setiap tahun. Pemenangnya akan diikutsertakan di tingkat nasional. Tahun kemarin dimenangkan oleh SMP 1 Muaraenim,” tukasnya.

Ia berharap juara pertama pada ajang ini yang akan mewakili Sumsel di tingkat nasional nanti, agar mempersiapkan diri. Targetnya Sumsel bisa menembus sepuluh besar. “Alhamdulillah kalau kita bisa menjadi juara satu. Itu yang kita harapkan,” ucapnya.

Tahun depan, ia mengatakan, seleksi akan digelar di tingkat kabupaten dan kota. “Jadi setiap kabupaten dan kota, kita adakan seleksi untuk mewakili Sumsel di ajang nasional. Minimal di kabupaten dan kota tiga regu. Kota Palembang mungkin lebih banyak, bisa lima regu,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan Tamzi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan minat siswa serta masyarakat untuk mengunjungi museum. Mengenalkan tokoh pahlawan kepada generasi muda, memberikan rasa bangga dan cinta tanah air melalui kebudayaan dan sejarah kepahlawanan.

Materi soal yang diberikan, ia mengatakan, meliputi sejarah budaya Indonesia 30 persen, sejarah penemuan bangsa 30 persen, dan permuseuman 40 persen. Adapun dewan juri merupakan anggota dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumsel, sejarawan, dan budayawan.

“Para pemenang lomba mendapatkan hadiah trofi, piagam, dan uang pembinaan, yang besarannya, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4,5 juta, juara 3 Rp4 juta, juara harapan 1 Rp3 juta, juara harapan 2 Rp2,5 juta, dan juara harapan 3 senilai Rp2 juta,” terangnya.

SMPN 8, SMPN 9, dan SMPN 40 Palembang, yang tergabung di Grup A, B, dan C, mendapat giliran pertama bertanding. Setelah memperkenalkan diri, merekapun menampilkan yel-yel bermuatan budaya.

Di babak pertama, tiap tim diminta memilih tiga amplop berisi soal, yang harus dijawab dengan singkat. Ada sepuluh soal yang diberikan. Kebanyakan tentang sejarah. Apabila jawaban benar mendapat nilai seratus, bila salah nol.

Sementara di babak kedua, yang merupakan pertanyaan rebutan, tiap tim harus adu cepat menekan bel sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan. Di sini aturannya berbeda. Apabila jawaban benar bernilai seratus. Namun kalau salah, nilainya berkurang 50.

Dari sepuluh soal yang diberikan tiap tim dan sepuluh lagi di babak rebutan, banyak juga yang tidak bisa menjawab.

SMPN 9 Palembang akhirnya berhasil lolos ke semifinal usai membukukan poin tertinggi 500. Sekolah ini akan bersaing dengan delapan semifinalis lainnya pada Rabu (23/9) hari ini, yakni SMPN 10 Palembang, SMPN 55 Palembang, SMPN 1 Inderalaya, SMPN 19 Palembang, SMPN 53 Palembang, SMPN 6 Teladan Kayuagung, SMPN 51 Palembang, dan SMP Xaverius 1 Palembang. CIT

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here