Home Palembang Mahasiswa Tuntut Pengurangan UKT hingga 50 Persen

Mahasiswa Tuntut Pengurangan UKT hingga 50 Persen

0
Aksi mahasiswa Universitas PGRI Palembang menuntut pertanggungjawaban terhadap aksi pemukulan terhadap rekannya yang merupakan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, oleh oknum keamanan Universitas PGRI Palembang, Senin (14/9).

PALEMBANG, Puluhan mahasiswa Universitas PGRI Palembang menuntut pertanggungjawaban terhadap aksi pemukulan terhadap rekannya yang merupakan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, oleh oknum keamanan Universitas PGRI Palembang.

“Kami menuntut agar pihak Rektorat Universitas PGRI Palembang memberikan sangsi kepada oknum keamanan, yang diduga telah melakukan aksi pemukulan terhadap rekannya pada Kamis (10/9) pagi, ” ujar Nur Muhammad Habibilah, Presma PGRI, Senin (14/9).

Tidak hanya puluhan mahasiswa dari Universitas PGRI Palembang saja, lanjut dia mengatakan, dalam aksi damai dilakukan ini turut ambil bagian dari mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, UMP, dan Universitas IBA, ” katanya.

Selain meminta pertanggung jawaban terhadap aksi pemukulan terhadap rekannya, dia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak Henti-hentinya meminta penurunan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Kami harapkan pihak Universitas PGRI Palembang dapat memenuhi permintaan kami, untuk bisa menurunkan UKT hingga 50 persen, ” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini Covid-19 harusnya pihak Universitas PGRI Palembang bisa mengerti sehingga dapat memenuhi keinginan mahasiswa untuk hal penurunan UKT hingga 50 persen.

“Kita akan terus memperjuangkan hak untuk bisa UKT turun 50 persen, karena itu sangat tidak etis di kondisi seperti. Sehingga diharapkan tuntutan dapat dipenuhi. Karena itu kita berikan waktu satu minggu, kalau tidak memenuhi tuntutan akan melakukan aksi kembali, ” harapnya.

Sementara itu, Kabag Humas Universitas PGRI Palembang, Dr Mulyadi MA menyayangkan aksi demo yang dilakukan. Dimana tuntutan para mahasiswa itu, sebenarnya sudah diselesaikan dan disampaikan kepada BEM mahasiswa.

“Saat itu sudah kami sampaikan dan pihak BEM mahasiswa menerimanya, tapi mereka masih saja meminta hal yang sama dengan sebelumnya, ” bebernya.

Sementara terkait aksi pemukulan terhadap mahasiswa UIN Raden Fatah yang dilakukan oknum keamanan kampus, pihaknya sudah merumahkan oknum tersebut. “Atas kejadian itu kita sudah merumahkan oknum keamanan yang melakukan aksi pemukulan, dan kita serahkan kepada pihak berwajib karena laporan polisi sudah dibuat oleh pihak mahasiswa,” tutupnya. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here