Home Headline News Museum Balaputra Dewa Dapat Hibah Keris Pusaka dari Warga OKU

Museum Balaputra Dewa Dapat Hibah Keris Pusaka dari Warga OKU

0
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi menerima dua keris pusaka dari warga Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu.

PALEMBANG, PE – Makin banyak warga yang menyadari pentingnya menjaga kelestarian barang-barang peninggalan leluhur, dengan menyerahkannya ke museum. Teranyar, Tarmidi Dahlan, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, menghibahkan dua buah keris kuno milik keluarganya turun temurun kepada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa.

Tarmidi menyerahkan keris itu kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi, SH di kediamannya, Jumat (4/9) malam.

“Ada tiga keris yang dimilikinya. Dua yang dihibahkan ke museum,” kata Chandra dihubungi, Senin (7/9).

Dikatakan dia, keris ini merupakan peninggalan turun temurun dari keluarga Tarmidi. Dan diyakini memiliki aura mistis. Makanya, sang pemilik mewanti-wanti pihak museum, agar menjaga barang tersebut dengan sangat baik.

“Pak Tarmidi menganggap keris ini barang sakral. Dia minta benda itu dikembalikan kepadanya apabila di kemudian hari ada gangguan mistis,” katanya.

Belum diketahui persis tahun berapa keris ini dibuat. Namun diperkirakan dibuat zaman Kesultanan Palembang Darussalam pada abad 17-18.

“Pemiliknya tidak begitu paham soal kapan keris dibuat dan di mana pembuatannya. Masyarakat menganggap keris itu benda sakral. Membukanya saja, mereka takut,” tukasnya.

Ia mengapresiasi keputusan warga yang bersedia menghibahkan keris tersebut ke Museum Negeri Sumatera Selatan untuk dirawat dan dilestarikan.

“Terima kasih kepada warga yang sudah peduli dengan keberadaan barang-barang peninggalan budaya. Kalau tidak bisa dirawat dan dipelihara, lebih baik barang tersebut dihibahkan ke museum. Daripada hilang ataupun rusak. Atau terjual dan dibawa ke luar negeri,” tuturnya.

Apabila warga menyerahkan benda peninggalan budaya dengan kesadaran sendiri, ia melanjutkan, benda itu akan berguna bagi khalayak.

“Ketika anak cucu si pemilik, ataupun warga kampung datang ke museum. Lalu mereka melihat ada peninggalan keluarga, tentu akan ada kenangan tersendiri,” ucapnya.

Disinggung ihwal dirinya bisa mendapatkan informasi bahwa ada warga yang memiliki keris pusaka, menurut Chandra, bermula saat dirinya melakukan survei ke Kabupaten OKU.

“Kami lantas diberitahu Kepala Dusun Tiga bahwa ada warga yang memiliki keris pusaka peninggalan turun temurun. Warga ini tak lain ayahnya sendiri. Kita ke sana dan dihibahkanlah keris ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi mengapresiasi apa yang dilakukan Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, yang selalu gencar mencari benda-benda purbakala peninggalan zaman dahulu, yang masih disimpan penduduk, guna menjadi tambahan koleksi museum.

“Daripada benda itu tidak dirawat dan tidak dipelihara dengan baik, bagusnya diserahkan ke museum sebagai peninggalan sejarah,” ucapnya.

Ia kembali mengimbau masyarakat yang menyimpan benda-benda peninggalan sejarah, agar dengan sukarela menyerahkannya ke museum.

“Saya imbau masyarakat yang menyimpan benda-benda purbakala yang memiliki nilai sejarah, baik itu sejarah peradaban manusia, maupun tentang perkembangan Kerajaan Sriwijaya, dan sebagainya. Alangkah baiknya benda itu diserahkan kepada museum untuk menjadi tambahan koleksi. Sekaligus sebagai bukti sejarah,” imbaunya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here