Home Polda Sumsel Pertama di Indonesia, Polisi Tetapkan Pemilik Bus Sebagai Tersangka

Pertama di Indonesia, Polisi Tetapkan Pemilik Bus Sebagai Tersangka

0
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S

PALEMBANG, PE – Insiden kecelakaan maut Bus Sriwijaya yang mengakibatkan 35 orang penumpang dan sopir bus Sriwijaya tewas di Pagaralam sembilan bulan lalu, saat ini sudah sampai tahap P.21. Oleh penyidik, pemilik dan sopir bus resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk kasus kecelakaan Bus Sriwijaya ini sudah P.21. Ini kasus pertama terjadi di Indonesia, pemilik perusahaan kita jerat hukuman terkait insiden ini, ” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S, Senin (21/9).

Untuk penanganan kasus ini sendiri, lanjut Irjen Pol Eko, diakuinya memakan waktu yang lama karena pihaknya butuh keterangan ahli dalam menetapkan pemilik dan sopir sebagai tersangka.

“Ini kasus pertama di Indonesia yang ditangani, sehingga kita butuh waktu lama untuk mengungkap kasus. Karena banyak hal yang harus dipenuhi seperti saksi-saksi, ahli dan semua pihak terkait,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara membeberkan bahwa dalam kasus ini banyak melibatkan berbagai unsur, dari mulai dinas perhubungan, pemilik, ahli, jajaran Polda Bengkulu, hingga pemilik bus.

“Berdasarkan bukti permulaan, kami dapat keterlibatan pemilik PO bertanggungjawab atas kecelakaan itu. Dalam hal ini, Direktur PO Bus sekaligus pemilik Bus PT Sriwijaya, M Rizady jadi tersangka bersama si sopir,” bebernya.

Namun khusus sang sopir pos, lanjut dia, kasusnya di SP3 kan (dihentikan) karena dalam insiden itu yang bersangkutan ikut meninggal. Tapi untuk Direktur PO Bus sekaligus pemilik Bus PT Sriwijaya, akan tetap diproses.

Dalam kasus ini, Direktur PO Bus sekaligus pemilik Bus PT Sriwijaya, M Rizady, lanjutnya, akan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal Primer 338 KUPHP Subider Pasal 311 (5) Jo Pasal 315 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Jo Pasal 56 (2) KUHP lebih subsider pasal 359 KUHP lebih subsider lagi pasal 310 (4) Jo pasal 315 UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Jo Pasal 56 (2) KUHP. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here