Home Kriminal Curas & Curat Selamatkan Penodong, Polisi Ikut Dihakimi Massa yang Emosi

Selamatkan Penodong, Polisi Ikut Dihakimi Massa yang Emosi

0
Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel Siswandi Kurniawan saat menjenguk Bripka Reza anggota opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang yang diamuk massa saat menangkap pelaku penodongan.

PALEMBANG, PE – Pelaku penodongan yang kerap beraksi dikawasan Jembatan Ampera dan Monpera Palembang, nyaris tewas diamuk warga, Kamis (24/9) sekitar pukul 13.00. WIB. Beruntung bagi Ebot karena diselamatkan Polisi, namun nahasnya polisi tersebut pun menjadi korban amukan warga karena dikira komplotan pelaku.

Dari informasi yang didapatkan, aksi heroik yang dilakukan Bripka Reza anggota opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang yang nyaris di amuk massa ketika tengah menyelamatkan pelaku yang tercatat warga 20 Ilir, Ilir Timur (IT) I, Palembang yang tengah bersimbah darah.

Saat ditemui diruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Bari, Bripka Muhammad Reza terbaring lemah. Sebelumnya, dia baru saja berjibaku mengejar pelaku penodong, yang kerap meresahkan warga di kawasan Jembatan Ampera dan Monpera.

Namun sayangnya pelaku Ebot hampir diraih, Bripka Reza malah ikut dihajar warga karena sempat dikira rekan pelaku karena saat melakukan penangkapan ia tengah menggunakan pakaian preman.

Beruntung, saat warga sekitar akan mengajar Reza ia dengan sigap mengeluarkan senjata api miliknya dan mengaku sebagai anggota polisi.

Kejadian tersebut diketahui berawal saat anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang sedang berpatroli di Jalan Jenderal Sudirman pada Kamis (24/9) sekitar pukul 13.00. WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel Siswandi Kurniawan mengatakan, saat kejadian anggotanya memang sedang mencari pelaku Ebot, anggota pun melihatnya saat sedang bersama seorang pelaku jambret lainnya di Monpera.

“Begitu melihat ada anggota kita, pelaku pun lari ke arah Bundaran Air Mancur kemudian berlari ke atas Jembatan Ampera, sementara rekannya berinisial RK melarikan diri ke arah Jalan Merdeka, ” ujarnya usai menjenguk Bripka Muhammad Reza di RS Bari Palembang.

Kemudian lanjut Kombes Pol Anom, anggota pun berpencar dan Reza adalah anggota yang paling terjangkau dengan pelaku Ebot. Hingga akhirnya Reza lalu mengejar pelaku ke atas jembatan Ampera.

“Dari keterangan anggota kita saat itu anggota kita Bripka Reza melihat pelaku naik mobil angkot ke arah Seberang Ulu, kemudian anggota kita mengejarnya,” katanya.

Sesampainya di Seberang Ulu, pelaku turun dari angkot dan masuk ke Lorong Sabar, 8 Ulu, Jakabaring. Reza pun mengejar pelaku yang masuk ke pemukiman warga tersebut.

Melihat ada kejar-kejaran, warga di Lorong Sabar ikut mengejar pelaku. Begitu pelaku dapat, warga yang emosi lalu menghajar pelaku, bahkan ada yang menggunakan senjata tajam. Pelaku pun dibacok menggunakan pisau dan parang oleh warga.

Pelaku yang saat itu bersimbah darah dan nyaris tewas karena mengalami luka di sekujur tubuh, akhirnya dapat diselamatkan Reza dari amukan warga.

“Mendapatkan informasi itu saya langsung mendatangi RSUD Bari untuk menjenguk Bripka Reza, dan memberikan apresiasi atas keberanian anak buahnya itu,” ungkapnya. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here