Home Palembang Ajak Siswa SMA/SMK Belajar Bersama di Museum Sriwijaya

Ajak Siswa SMA/SMK Belajar Bersama di Museum Sriwijaya

0
Dr Wahyu Rizky Andhifani, SS, MM, peneliti muda Balai Arkeologi Sumsel, memberikan paparan pada kegiatan Belajar Bersama di Museum Sriwijaya, Rabu (14/10).

PALEMBANG, PE – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan melalui UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya dan Museum Sriwijaya menggelar kegiatan Belajar Bersama di Museum Sriwijaya, yang melibatkan siswa seluruh SMA dan SMK di Kota Palembang.

“Kegiatan diikuti siswa seluruh SMA dan SMK di Kota Palembang. Totalnya ada 20 SMA dan SMK. Kegiatan dibagi dua hari, 14 dan 15 Oktober di Museum Sriwijaya,” kata Khairul Sahri, Ketua Pelaksana Belajar Bersama di Museum Sriwijaya, Rabu (14/10).

Dikatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Museum Sriwijaya, yang berada di kompleks Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya kepada siswa.

“Karena sekarang sedang ada pandemi Covid-19, makanya kita gelar belajar bersama di museum. Dan bukan museum masuk sekolah,” ucapnya.

Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini, ia melanjutkan, pengetahuan siswa meningkat. Khususnya tentang Museum Sriwijaya.

“Kita gelar kegiatan di sini, di situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Karanganyar,” tukasnya.

Narasumber yang dihadirkan, ia menjelaskan, Dr Wahyu Rizky Andhifani, SS, MM (Peneliti Muda Balai Arkeologi Sumsel), Merry Hamraeny, S.Pd, MM (Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumsel), dan DR Hudaidah, M.PD (Dosen FKIP Universitas Sriwijaya).

Menurut dia, dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengunjungi Museum Sriwijaya untuk mengetahui koleksi-koleksi yang ada di dalamnya.

“Ini dimaksudkan agar mereka mengetahui tentang Museum Sriwijaya dan seperti apa koleksi-koleksinya. Materi yang diberikan tentang museum. Termasuk peninggalan Kerajaan Sriwijaya, seperti prasasti dan lainnya,” tukasnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal tentang peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Museum Sriwijaya. Salah satunya replika Prasasti Kedukan Bukit.

Prasasti ini merpakan cikal bakal lahirnya Kota Palembang. Prasasti berangka tahun 606 saka atau 684 masehi, bercerita tentang perjalanan yang dipimpin Dapunta Hyang. Sampai kemudian ia menemukan sebuah tempat yang menjadi ibukota Kedatuan Sriwijaya, yakni Palembang.

Dr Wahyu Rizky Andhifani dalam paparannya mengoreksi penyebutan Kerajaan Sriwijaya. Menurut dia, Sriwijaya bukanlah kerajaan, melainkan kedatuan yang dipimpin seorang Datu.

“Itu jelas tertulis dalam Prasastit Kota Kapur, Prasasti Baturaja, Prasasti Karang Brahi, Palas Pasemah, dan Prasasti Bungkuk dan Boom Baru,” terangnya.

Dikatakan, ibukota Kedatuan Sriwijaya ada yang menyebutkan berada di Palembang. Seperti tertulis dalam prasasti yang ditemukan di Palembang. Sedangkan dari berita Cina dan Prasasti Tembaga, Sriwijaya disebut berpusat di Jambi. Adapun Prasasti Tandjore menyebutnya di Kedah, Malaysia.

Sementara DR Hudaidah, M.Pd juga membahas soal Kedatuan Sriwijaya. Mulai dari bukti-bukti arkeologis keberadaan Sriwijaya, sejarah berdirinya, hingga periode keruntuhan kerajaan maritim tersebut.

“Setelah Raja Balaputra Dewa wafat, tidak ada lagi raja yang cakap memerintah. Banyak wilayah bawahan yang melepaskan diri. Misalnya Jawa Tengah. Belum lagi ada serangan dari kerajaan lain, seperti dari Kerajaan Colamandala dari India selatan. Inilah yang menyebabkan keruntuhan Sriwijaya,” terangnya.

Merry Hamraeny, S.Pd, MM membahas soal museum sebagai sarana pembelajaran sejarah. Menurutnya, museum secara umum merupakan lembaga nonprofit yang menyimpan sekumpulan benda, yang dikumpulkan, diteliti, dilestarikan, dikomunikasikan, dan dipamerkan ke publik.

“Museum juga adalah tempat menyimpan benda-benda khusus, yang memiliki nilai tinggi bagi suatu negara, daerah, atau lembaga,” terangnya.

Beberapa artefak yang ada di Museum Sriwijaya, ia menjelaskan, yakni Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Talang Tuo, dan Prasasti Boom Baru. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here