Home Headline News Alotnya Perebutan Tiga Besar

Alotnya Perebutan Tiga Besar

0
Siswi SMA Negeri Sumsel mengikuti Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’, yang masuk hari keenam di Museum Negeri Sumsel, Sabtu (24/10).

PALEMBANG, PE – Persiapan 25 siswa SMA Negeri Sumatera Selatan terlihat sangat matang pada Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’, yang masuk hari keenam di Museum Negeri Sumsel, Sabtu (24/10). Butuh waktu hampir sejam untuk mendapatkan tiga besar, yang berhak melaju ke babak grandfinal.

Babak penyisihan lomba di sesi terakhir hari ini memang berlangsung alot, bahkan yang terlama di ajang Sang Juara 2020 sejauh ini. Mayoritas siswa SMA Negeri Sumsel berhasil menjawab soal BENAR atau SALAH dengan sangat baik, baik itu tentang pengetahuan umum, sejarah, dan permuseuman.

Hanya sedikit yang tereliminasi hingga soal keenam dibacakan. Sampai-sampai peserta minta waktu istirahat satu menit, untuk meregangkan otot, lantaran duduk cukup lama. Status sekolah sebagai juara bertahan, ditambah persiapan peserta yang sangat matang, membuat jalannya lomba begitu alot dan seru.

Setelah sekian pertanyaan dibacakan, baru di soal ini, jumlah peserta yang bertahan di arena lomba berkurang signifikan.

“Benar atau salah, wilayah Kerajaan Mataram dibagi dua, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta seperti tertuang dalam Perjanjian Salatiga,” host Sri Devi membacakan soal.

Peserta yang mengangkat kertas warna hijau (jawaban BENAR) lebih banyak dari yang mengacungkan kertas warna merah (jawaban SALAH).

Sri Devi dan Gandi, yang bertindak sebagai pemandu acara, lantas bertanya kepada dewan juri, Rita Nefrida dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Selatan, untuk jawaban yang benar.

“Jawabannya adalah SALAH. Yang benar adalah Perjanjian Gianti,” kata dewan juri.

Tujuh peserta tersisa di arena usai soal tersebut dibacakan. Mereka harus berjuang untuk bertahan di tiga besar, guna memastikan tiket babak grandfinal mewakili sekolahnya. Dan kembali pemandu acara memberikan kesempatan kepada peserta untuk beristirahat sejenak. Saking melelahkannya lomba.

Akhirnya dua tiket grandfinal dipastikan menjadi milik Tiara Eka Saputri dan Siti Ummi Kaltsum, setelah keduanya berhasil menjawab dengan benar soal permuseuman. Sementara lima lain berebut peringkat ketiga. Tiara berhasil meraih rangking pertama pada babak penyisihan ini, sedangkan Siti dan Eunike harus puas di peringkat kedua dan ketiga.

Tiara mengaku gembira berhasil lolos ke grandfinal sebagai rangking pertama. “Tidak sangka bisa ke grandfinal,” ucapnya sumringah.

Sementara Eliza, guru pendamping SMAN Sumsel mengatakan, informasi kembali digelarnya Sang Juara didapat dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumsel.

“Alhamdulillah tahun ini kami berkesempatan ikut kembali. Saya kemudian sampaikan kepada anak-anak. Mereka kumpulkan peserta. Lalu kita belajar via daring,” terangnya.

Disinggung persiapan untuk mempertahankan trofi bergilir Piala Gubernur Sumsel, ia mengatakan, siswa akan lebih meningkatkan belajar Sejarah dan permuseuman lewat daring via aplikasi Whatsapp.

“Kita belajar lewat grup Whatsapp. Mereka juga belajar mandiri. Kita juga akan melakukan kunjungan ke Museum Negeri Sumatera Selatan,” tukasnya.

SMA Negeri Sumsel tampil di sesi ketiga pada babak penyisihan hari ini. Dua sesi sebelumnya bertanding SMA Negeri 14 dan SMA Negeri 15 Palembang.

Sebelum lomba dimulai, terlebih dahulu dilakukan penyerahan trofi bergilir Piala Gubernur Sumatera Selatan dari SMA Negeri Sumsel, yang diwakili Eliza, guru pendamping, kepada pewakilan dari Museum Negeri Sumatera Selatan. Dalam hal ini ketua panitia pelaksana, Amarullah didampingi Rita Nefrida dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Selatan.

Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ terselenggara berkat kerja sama Harian Umum Palembang Ekspres dan Palpres.com dengan Museum Negeri Sumatera Selatan dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumsel. Babak penyisihan gelaran yang masuk sesi ketiga ini, berlangsung 19-31 Oktober 2020. Babak grandfinal digelar pada 19 November mendatang.

Kegiatan diikuti 25 SMA di Sumsel. Panitia telah menyiapkan hadiah utama untuk juara umum, yakni trofi bergilir Gubernur Sumatera Selatan, serta uang pembinaan Rp5 juta. Lalu juara satu Rp3,5 juta, juara 2 Rp3 juta, juara 3 Rp2,5 juta, juara harapan 1 Rp1,5 juta, juara harapan II Rp1.250 ribu, juara harapan III Rp1 juta. Dan juara favorit Rp250 ribu. CIT

 

Daftar pemenang Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’, Sabtu (24/10):

SMA Negeri 14 Palembang

  1. Silfiah
  2. Sulis Dwi R
  3. Dinda Ardella

 

SMA Negeri 15 Palembang

  1. Dhea Aulia Putri
  2. Salsabila Kamalia
  3. Rakha Febriansyah

 

SMA Negeri Sumsel

  1. Tiara Eka Saputri
  2. Siti Ummi Kaltsum
  3. Eurike Angnetha T

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here