Home Headline News Angkat Budaya Sumsel Lewat Berpantun

Angkat Budaya Sumsel Lewat Berpantun

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal, yang juga Pjs Bupati Ogan Ilir, berpose dengan latar belakang rumah limas seusai syuting pembacaan pantun kehormatan di Museum Negeri Sumatera Selatan, Minggu (11/10).

PALEMBANG, PE – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal, yang juga Pjs Bupati Ogan Ilir, melakukan syuting pembacaan pantun kehormatan untuk program acara, yang diinisasi Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas) di Museum Negeri Sumatera Selatan, Minggu (11/10).

Kegiatan syuting, untuk keperluan dokumentasi budaya pantun tersebut, mengambil latar belakang rumah limas dan beberapa spot lainnya di Museum Negeri Sumatera Selatan.

“Para seniman pantun meminta pantun kehormatan. Salah satunya dari Kepala Dinas dan Gubernur. Karena ini pantun budaya dan saya ingin mengangkat museum dan budaya Sumsel, maka syutingnya di Museum Negeri Sumatera Selatan,” ujar Aufa Syahrizal.

Dikatakan, pantun kehormatan ini dimintakan Perruas untuk dibawakan oleh kepala daerah dan kepala dinas dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Pak Gubernur yang belum syuting. Jadi ada foto dan video. Nanti diedit oleh orang Jakarta. Kita hanya kirimkan saja,” ucapnya.

Kegiatan ini juga jadi ajang sang Pjs Bupati OI, untuk melihat-lihat koleksi Museum Negeri Sumsel pimpinan Chandra Amprayadi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Sumsel Cahyo Sulistyaningsih mengatakan, Perruas menggelar kegiatan pendokumentasian pantun dalam bentuk buku dan video. Selain dilombakan untuk umum, juga ada pantun kehormatan, yang mewakili provinsi.

“Diharapkan gubernur dan kepala dinas, yang membawakan pantun kehormatan. Karena kita merupakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kita lakukan syuting pembacaan pantun kehormatan,” tuturnya.

Menurutnya, tinggal Gubernur Sumsel Herman Deru yang belum syuting. Namun, surat terkait kegiatan ini sudah dilayangkan.

“Belum tahu kapan syutingnya. Kalau untuk Kepala Dinas, hari ini syutingnya,” ucapnya.

Pantun yang dibacakan Kepala Disbudpar Sumsel ada enam bait. Berisi tentang budaya yang ada di provinsi ini.

“Selain di museum, berikutnya kita akan melakukan pengambilan gambar di Bukit Siguntang dan tempat kuliner. Sesuai dengan isi pantun. Sekaligus untuk menunjukkan budaya dan pariwisata Sumsel,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemilihan lokasi syuting salah satunya di tempat kuliner, lantaran ada salah satu pantun yang bercerita tentang makanan khas Sumsel.

“Jadi kita nanti akan ke tempat kuliner, yang menyediakan makanan-makanan khas Sumsel, seperti pempek. Paling tidak bisa memperlihatkan budaya Sumsel,” tukasnya.

Batas waktu pengiriman video untuk dokumentasi pantun hingga 20 Oktober mendatang. Hasilnya kemungkinan akan dikirimkan Perruas ke Disbudpar Sumsel pada akhir Oktober nanti.

“Kalau lombanya bertajuk lomba penulisan pantun budaya. Berlaku untuk umum. Batas terakhir pengiriman penulisan pantun sampai 10 Oktober. Sedangkan kita diberikan deadline untuk pembuatan buku dan video pantun kehormatan ini sampai 20 Oktober. Baru nanti tim mereka yang akan edit. Akhir Oktober nanti hasilnya diberikan ke kita,” imbuhnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here