Home Sumsel Muara Rupit Dibuka Kembali, Penambangan Rakyat di Rawas Ilir Kembali Kebakaran

Dibuka Kembali, Penambangan Rakyat di Rawas Ilir Kembali Kebakaran

0
Kebakaran yang kembali terjadi di lokasi penambangan minyak rakyat Jecantan Rawas Ilir
Kebakaran yang kembali terjadi di lokasi penambangan minyak rakyat Jecantan Rawas Ilir

MURATARA,PE- Kegiatan penambangan minyak rakyat (Ilegal Drilling) di Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang dibuka kembali beberapa waktu lalu, lagi-lagi mengalami kebakaran hebat, Jumat (16/10/20). Diduga, api berasal dari salah satu alat pengeboran minyak yang ada disana.

Peristiwa kebakaran dilokasi penambangan di Desa Beringin Makmur 2 dan berada dekat dengan Kantor Kecamatan Rawas Ilir Koramil dan Polsek tersebut, diketahui terjadi pada Rabu (14/10/20) kemarin. Beruntung kebakaran tersebut tidak menelan korban jiwa, dan hanya alami kerugian terdapat peralatan pengeboran saja.

Palembang Ekspres yang secara langsung turun ke lokasi penambangan disana, mendapatkan keterangan dari warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa kebakaran salah satu Rig (alat pengeboran) disana diduga sengaja ditutupi. Bahkan kemarin saja masyarakat tidak dibolehkan mengambil foto saat kebakaran itu, oleh oknum-oknum tertentu.

Sementara itu Camat Rawas Ilir, Herman saat dikonfirmasi mengungkapakan, memang benar adanya kebakaran itu, namun saat itu dia sedang tidak berada ditempat (Lubuklinggau). Tetapi saat kejadian kemarin, ada salah satu stafnya melihat kesana bersama Kapolsek dan Danramil.

“Saat kesana memang benar ada kebakaran itu, untuk penyebabnya sendiri kalau dari informasi memang berasal dari sumur bor dan mesin Rig itu sendiri. Tetapi kalau untuk pastinya jam berapa saya kurang tahu, tetapi memang benar kebakaran itu memang ada,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk sekarang belum ada laporanya baik korban jiwa, luka-luka, atau lainnya. Diakuinya selaku pemerintah kecamatan dari awal memang tidak pernah memberikan izin atau merekomendasikan terkait pengeboran itu, karena bukan wewenangnya untuk membuka atau menutup kegiatan seperti itu.

Sementara saat ditanya terkait dibukanya kembali kegiatan penambangan yang sebelumnya sempat ditutup itu, dia mengungkapkan tidak mengetahui hal itu. Karena dia pun baru tahu, jika kegiatan tersebut sudah dibuka kembal. “Intinya kami tidak mengetahui atau merekomendasikan, dan kalau memang ada pelanggaran hukum, silahkan aparat penegak hukum memprosesnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Rawas Ilir IPTU A Karim saat dikonfirmasi tidak bisa memberikan keterangan apapun karena ada pimpinan diatasnya. “no comment, silahkan langsung saja ke pimpinan diatas kami, karena kami hanya aparat penegak hukum tingkat wilayah saja,” ujarnya singkat. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here