Home Headline News Guru SMPN 2 Payaraman Juara Lomba Karya Tulis Museum

Guru SMPN 2 Payaraman Juara Lomba Karya Tulis Museum

0
Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan, untuk guru jenjang pendidikan dasar hingga menengah se Sumatera Selatan tahun 2020 berfoto bersama Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi, GM Palembang Ekspres Tri Nurwanto (dua kanan), dan dewan juri.

PALEMBANG, PE – Heni Rosa Putri, guru mata pelajaran IPS dari SMP Negeri 2 Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir berhasil meraih juara pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan, untuk guru jenjang pendidikan dasar hingga menengah se Sumatera Selatan tahun 2020.

Karya tulis ilmiahnya, yang mengangkat judul ‘Radio, Teknologi Mutakhir Multifungsi dan Tinjauan Budaya Historis’, berhasil menyisihkan sembilan finalis lainnya di babak sepuluh besar ajang, yang digelar di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Selasa (6/10).

“Dalam karya tulis ini, saya menjelaskan tentang perkembangan radio di dunia, Indonesia, dan di Palembang. Kemudian mencari tahu tentang Radio Phillips, yang menjadi koleksi Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, dan pergeseran fungsi radio dalam tinjauan historis dan budaya,” ujarnya seusai lomba.

Dalam babak final itu, setiap peserta memaparkan karya tulis ilmiahnya di depan dewan juri selama sepuluh menit. Kemudian selama sepuluh menit pula ditanggapi oleh juri.

Dikatakan Heni, sumber data dalam karya tulis ilmiahnya dari jurnal, wawancara dengan narasumber yang berkompeten di bidangnya, serta observasi langsung di museum.

“Sebetulnya sudah dapat beberapa data. Tapi memang harus perlu digali lagi agar tulisannya jadi lebih baik,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi dan General Manager Harian Palembang Ekspres Tri Nurwanto.

Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan minat guru dalam menulis karya ilmiah.

“Sekarang ini banyak guru kurang menyenangi menulis. Apalagi menulis karya-karya sejarah. Dengan adanya lomba ini untuk memacu mereka agar memiliki kemauan dalam menulis, mencari sumber yang valid. Dan dibuat suatu referensi bagi mereka,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemenang lomba, mulai dari juara satu hingga juara favorit, selain trofi juga mendapatkan uang pembinaan.

“Uang pembinaan itu untuk memacu mereka agar tertarik menulis. Dengan menulis, mereka bisa dihargai dan mempunyai nilai lebih,” tukasnya.

Adapun besaran hadiah uang pembinaan, juara 1 mendapatkan Rp5,5 juta, juara 2 Rp4,5 juta, juara 3 Rp4 juta, juara harapan 1 Rp3 juta, juara harapan 2 Rp2,5 juta, juara harapan 3 Rp2 juta, dan juara favorit masing-masing mendapatkan Rp250 ribu.

“Hadiah uang pembinaan akan kita berikan pada pembukaan pameran Museum Negeri Sumatera Selatan, 5 November nanti. Mudah-mudahan bisa dihadiri oleh Gubernur Sumsel,” ujar Chandra.

Bertindak selaku dewan juri pada kegiatan ini, yakni Dr Purmansyah A, S.AG, M. Hum (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang), Merry Hamraeny, S.Pd, MM (Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Sumsel), Dr Hj. Retno Purwanti (Peneliti Madya Balai Arkeologi Sumsel), Kemas AR Panji, S.Pd, M.Si (Sejarawan Sumsel), Dr Apriana, M.Hum (Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang), Drs. Yudhy Syarofie (Budayawan Sumsel), dan Trisseda Angraini, S.Pd (UPTD Museum Negeri Sumsel).

Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumsel Merry Hamraeny, S.Pd, MM menilai karya ilmiah yang ditampilkan para finalis luar biasa. Meski ada beberapa kekurangan. Seperti isi yang tidak singkron dengan judul.

“Namun peserta dinilai sudah luar biasa. Alhamdulillah, peserta yang masuk sepuluh besar ini terwakili semua, mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Dari luar kota juga ada, seperti dari SD di Martapura, Belitang, dan Ogan Ilir. Jadi semua terwakili,” terang anggota dewan juri ini.

Menurutnya, dewan juri melakukan penilaian secara obyektif. Mulai dari karya peserta dan presentasi di babak final.

“Karya tulis peserta 80 persen telah sesuai dengan koleksi museum. Tapi ada juga mengambil dari luar. Ini bisa jadi rujukan untuk pihak museum. Seperti isaran padi. Orang dulu mengenalnya gilingan padi,” ucapnya.

Ada juga peserta yang mengangkat tentang kapak lonjong. Namun, lantaran keterbatasan koleksi di museum, si penulis mengambil hasil tulisan dari pihak lain terkait contoh-contoh kapak lonjong.

“Karya tulis peserta yang sangat menarik, yakni soal kitab undang-undang Simbur Cahaya. Ini bisa jadi acuan bagi pemerintah. Undang-undang Simbur Cahaya itu fleksibel. Ada sisi ekonomi, politik, agama. Semua ada lengkap di sana,” pungkasnya. CIT

 

Daftar Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan Untuk Guru Jenjang Pendidikan Dasar hingga Menengah se Sumatera Selatan tahun 2020:

 

Heni Rosa Putri, S.Pd              SMPN 2 Payaraman, OI       Juara 1

Yulianti, S.Pd, M.Si                 SMAN 2 Unggul Sekayu      Juara 2

Nurima, S.Pd, M.S.i                MAN 3 Palembang             Juara 3

Sandra Ryan Prabowo, S.Pd  SMA Srijaya Negara Plg    Juara Harapan 1

Novi Yanti D Sari, S.Pd, M.Hum    SMAN 3 Unggulan Kayu Agung    Juara Harapan 2

Wilna Yusita, S. Hum                     SD Negeri 20 Martapura              Juara Harapan 3

Tomi Ardiansyah, S.Pd, M.Si         SMA Negeri 1 Palembang                        Favorit

Fitriya, S.Pd                                   SMA Negeri 1 Palembang                        Favorit

Dewi Handayani, S.Pd                   SMK Negeri 1 Belitang III             Favorit

Hj. Eva Yenna, S.Pd                       SMA Negeri 6 Palembang                        Favorit

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here