Home Headline News Intuisi Chintya Membawanya ke Grandfinal

Intuisi Chintya Membawanya ke Grandfinal

0
Chintya Zanaria, siswa kelas 10 MIA 8 SMA Negeri 10 Palembang, saat mengikuti Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Kamis (22/10).

PALEMBANG, PE – Tidak menguasai pelajaran Sejarah, Chintya Zanaria, siswa kelas 10 MIA/IPA 8 SMA Negeri 10 Palembang, hanya mengandalkan intuisinya dalam menjawab soal BENAR atau SALAH pada hari keempat Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Kamis (22/10). Namun saat soal pengetahuan umum dilontarkan host, ia langsung menjawab dengan sangat cepat dan akhirnya berhasil memastikan satu tiket ke babak grandfinal sebagai rangking pertama.

“Burung yang menjadi lambang Pos Indonesia adalah burung garuda, BENAR atau SALAH, angkat jawabannya,” begitulah pertanyaan yang dibacakan host Sri Devi dan Ella Sulistiana.

Ini jadi pertanyaan yang kesekian untuk penentuan tempat pertama dan kedua antara Chintya dan rekannya, Tiara Nandita. Sebelumnya, kedua siswa yang sama-sama berjilbab dan berkaca mata ini, jawabannya sama terus. Baru di pertanyaan ini, kertas yang diangkat berbeda.

Chintya mengangkat tangan kiri yang memegang kertas bertuliskan SALAH, sedangkan Tiara mengangkat tangan kanan, yang memegang kertas bertuliskan BENAR. Akhirnya Chintya yang berhak menyandang rangking pertama, sedangkan Tiara rangking kedua.

“Saya tidak tahu juga, kok bisa sama terus jawaban dengan teman saya. Mungkin feeling kami sama,” kata  Chintya.

Ia mengaku tahu jawaban dari pertanyaan tersebut dan bukan menerka-nerka, seperti pada pertanyaan Sejarah sebelumnya.

“Kalau untuk pertanyaan sebelumnya, itu pakai feeling menjawabnya. Tapi untuk pertanyaan lambang PT Pos ini, saya memang tahu jawabannya,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya sama sekali tidak ada persiapan matang untuk Sang Juara. “Paling baca sedikit-sedikit di rumah materi pelajaran Sejarah, terutama tentang prasasti Kerajaan Sriwijaya dan museumm,” ucapnya.

Ia mengaku baru sekali ini tampil di event Sang Juara, termasuk mengunjungi Museum Negeri Sumatera Selatan.

“Belum pernah ikut, juga belum tahu soal Sang Juara sebelumnya. Ini juga baru kali pertama saya mengunjungi museum,” akunya.

Sementara Heni, guru Sejarah SMA Negeri 10 Palembang, mengatakan, siswanya masih perlu banyak belajar tentang sejarah. Pandemi Corona menyebabkan siswa harus belajar lewat daring. Sehingga aktivitas mereka tidak terpantau oleh guru.

“Proses pembelajaran secara daring. Ada anak yang tidak fokus mengerjakan soal yang diberikan guru menggunakan aplikasi, ada yang fokus. Inilah kelemahan pelajaran lewat daring. Kita tidak bisa pantau langsung,” ucapnya.

Namun begitu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar siswanya mampu berprestasi di ajang Sang Juara.

“Diupayakan mereka mampu menguasai materi pada babak grandfinal nanti,” tukasnya.

Sang Juara ‘Payo ke Museum’ untuk tingkat SMA se-Kota Palembang merupakan hasil kerja sama Harian Umum Palembang Ekspres, Palpres.com, Museum Negeri Sumsel, dan AGSI Provinsi Sumsel. Babak penyisihan even, yang masuk sesi ketiga ini berlangsung 19-31 Oktober 2020.

Tiga sekolah ikut serta pada penyelenggaran hari keempat ini, yakni SMA Negeri 9 Palembang di sesi pertama, SMA Negeri 10 Palembang sesi kedua, dan SMA Negeri 11 Palembang di sesi ketiga. Pada Jumat (23/10) dijadwalkan bertanding dua sekolah, SMAN 12 dan SMAN 13 Palembang. CIT

 

Daftar pemenang Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’, Kamis (22/10):

SMA Negeri 9 Palembang

  1. Syavira Riski E
  2. Rintan Winaida
  3. Endah Balqis

 

SMA Negeri 10 Palembang

  1. Chintya Zanaria
  2. Tiara Nandita
  3. Fernando Roos

 

SMA Negeri 11 Palembang

  1. Nanda Galea
  2. M Dwi Satria
  3. Ranifa WJ
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here