Home Palembang Kembangkan Kearifan Lokal Untuk Tingkatkan PAD Sektor Pariwisata

Kembangkan Kearifan Lokal Untuk Tingkatkan PAD Sektor Pariwisata

0
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Taman Siswa saat acara Seminar Nasional Memahami Wisata Sejarah dan Budaya Sebagai Konsep Indonesia Negara Maju 2045 di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Sabtu (17/10).

PALEMBANG, PE – Universitas Taman Siswa Palembang bekerja sama dengan Kesultanan Palembang Darussalam dan Museum Negeri Sumatera Selatan menggelar Seminar Nasional Memahami Wisata Sejarah dan Budaya Sebagai Konsep Indonesia Negara Maju 2045 di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Sabtu (17/10).

Turut hadir di antaranya, Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn, Rektor Unitas Palembang diwakili Wakil Rektor I Unitas Palembang, Ir. Lusmaniar, M.Si , Gerald Theodorus L.Toruan, S.H.,M.H selaku Peneliti Ahli Muda Balitbang Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI). Dr. Yoyok Hendarso,M.A. Direktur Pascasarjana Unitas Palembang. Habiburrahman, Dosen IAIN Curup, Dr.Supriyanto, M.Hum, Dosen FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri), Publik Relation DPD RI Dr.(C) Edrida Pulungan,M.HI.,M.Si, Ketua Umum Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumsel Dr Ir Diah Kusuma Pertiwi MT, dan pengurus Forwida Sumsel, perwakilan Kodam II Sriwijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Palembang, dinas dan instansi terkait, pelajar, mahasiswa dan guru seluruh Sumsel, serta perwakilan Museum Negeri Sumatera Selatan.

Kegiatan ini juga dilakukan secara webinar yang melibatkan peserta seluruh Indonesia. Diawali dengan penandatanganan MoU antara Kesultanan Palembang Darussalam dengan pihak Unitas Palembang, Museum Negeri Sumatera Selatan, dan Lentera Pustaka Indonesia.

Kegiatan seminar menghadirkan enam narasumber, yakni Kemas Ari Panji, M.Si (akademisi, sejarawan dan budayawan Sumsel), Drs Supriyanto, M.Hum (Dosen Universitas Sriwijaya), Habiburahman, S.Hi, MH (Dosen IAIN Curup Bengkulu, DR Yoyok Hendarso, MA (Direktur Pasca Sarjana Unitas Palembang), Publik Relation DPD RI Dr.(C) Edrida Pulungan,M.HI.,M.Si, dan Gerald L Toruan, SH, MH (Peneliti Ahli Muda Balitbang Kementrian Pertahanan (Kemenhan). Sedangkan bertindak sebagai moderator, Akhmad Muftizar Zawawi, M.Ed.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH, MKN mengatakan, seminar ini akan meningkatkan rasa bela negara dan cinta tanah air.

“Kita mengenal jati diri kita. Sehingga ke depannya wisata-wisata yang ada di daerah itu sesuai dengan DNA dan kearifan lokal kita. Kearifan local kita tak bisa diikuti daerah lain. Itu yang akan dijual sebagai destinasi wisata,” ucapnya dalam kata sambutan saat pembukaan seminar.

Kearifan lokal, ia mengatakan, haruslah dikembangkan pemerintah dan masyarakat. Sehingga ke depannya dapat meningkatkan pemasukan daerah dari sektor pariwisata.

“Orang-orang beragama akan kembali kepada agama dan keyakinannya. Misalkan, orang Islam yang beribadah umrah dan haji. Mereka mengunjungi tempat-tempat suci yang dulu didatangi nabi Muhammad. Hal yang sama dilakukan orang Nasrani, yang mengunjungi tempat-tempat yang pernah disinggahi nabinya. Artinya, semua umat beragama kembali kepada sejarah,” tuturnya.

Ia berharap setelah seminar ini ada lagi diskusi berikutnya, seperti diskusi terpumpun, yang akhirnya menghasilkan cetak biru (blue print) perihal bagaimana meningkatkan kecintaan tanah air, pariwisata, dan pendapatan daerah dengan memaksimalkan kearifan lokal.

Sedangkan DR Yoyok Hendarso, MA selaku Direktur Pascasarjana Unitas Palembang, berterima kasih atas segala bantuan, baik dari Kesultanan Palembang Darussalam, Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa. Sehingga seminar ini bisa terlaksana dengan baik.

“Sekaligus memberikan semangat baru dengan adanya penandatanganan tadi. Ini dikaitkan tema kita tidak hanya memahami juga melstarikan sejarah dan budaya menuju Indonesia maju 2045. Ini spirit yang besar bagi kami. Dengan kegiatan rill yang bisa kita laksanakan di Palembang ini, kami dari Pascasajana Universitas Taman Siswa sudah merencanakan mendirikan dan mengembangkan semacam pusat kajian, untuk pengembangan pariwisata di Sumsel khususnya di Palembang,” katanya.

Rektor Unitas Palembang diwakili Wakil Rektor I Unitas Palembang, Ir. Lusmaniar, M.Si, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dengan seminar ini akan menimbulkan kecintaan masyarakat terhadap arti penting sejarah dan budaya, serta kearifan lokal Sumsel.

Sementara DR Novita Wulandari, MSi, ketua pelaksana kegiatan, mengatakan, pemilihan tema tersebut dimaksudkan agar mahasiswa dan generasi penerus bangsa ini, bisa memahami, mengetahui, dan melestarikan sejarah dan budaya kita. Terutama menjaga kearifan lokal.

“Masih banyak generasi muda kita ini yang belum mengetahui apa saja sejarah di masa lalu. Literasi kita masih sedikit. Diharapkan melalui acara ini menjadi pemicu bagi para pendidik dan penerus bangsa untuk mempelajari kembali sejarah dan budaya. Sebab ke depan, kita sudah go international. Sudah memasuki era 5.0,” terangnya.

DR Edrida Pulungan, Staf Sekjen DPD RI dalam paparannya menceritakan pengalamannya mempromosikan budaya-budaya lokal ke mancanegara. Seperti mempromosikan Sumatera Utara ke Australia pada 2006, lalu mempromosikan Nusa Tenggara Timur, Ambon, Meulaboh, Medan, Pematang Siantar, dan banyak daerah lainnya. Ia mempromosikan tempat-tempat tersebut lewat puisi.

“Setelah kunjungi beberapa tempat tersebut, saya tulis puisi. Lalu terbitkan. Sehingga orang tahu,” katanya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here