Home Uncategorized Lebih Dekat Mengenal Snouck Hurgronje

Lebih Dekat Mengenal Snouck Hurgronje

0
Albar Sentosa Subari

Penulis : H Albar Sentosa Subari SH SU

Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan

Nama Snouck Hurgronje sangatlah populer di kalangan mahasiswa khususnya yang mengambil Jurusan Hukum Adat dan Islam di Fakultas Hukum.

Snouck Hurgronje lahir di tahun 1851, dia seorang ahli bahasa yang menjadi negarawan . Dalam tahun 1880 Snouck Hurgronje berhasil mencapai gelar doctor di Leiden dalam bahasa Semit ( bahasa Semit dipandang ssbagai turunan ” Sem” , antara lain orang Arab dan Yahudi)., Dengan sebuah tesis mengenai ilmu islam.

Dan sejak 1881 menjadi lektor untuk ilmu islam. Dalam tahun 1884 dan 1885 dia tinggal di kota Jeddah,kemudian di Mekkah. Di sana dia memakai nama Abd al Ghaffar,sebagai mahasiswa muslim. Disana ia banyak bergaul dengan orang orang Indonesia yang menetap di Mekkah.

Melalui pergaulan ini ia dapat mengenal lembaga lembaga hukum adat. Namun tidak lama di sana dia harus meninggalkan kota suci tersebut dan kembali ke Leiden dikarenakan konsul Perancis telah membocorkan rahasia tentang identitasnya pada usia 28 tahun

Pada tahun 1889 dia dikirim ke Hindia Belanda untuk mengadakan penelitian mengenai lembaga lembaga islam selama kurang lebih dua tahun. Pada tahun 1891 dia diangkat sebagai penasihat untuk bahasa bahasa timur dan hukum Islam.

Tahun 1889-1891 dia melakukan penelitian tentang hukum islam di Jawa. Dan tahun 1891-1892 dia tinggal di Aceh dan menghasilkan buku berjudul “De Atjehers” ( 1893-1894). Pada masa itu orang Belanda hanya boleh tinggal di Kutaraja dan sekitarnya. Namun ditahun 1898-1903 dia dapat memasuki pedalaman pedalaman dan tanah pegunungan Aceh.

Dan di sana dia memberikan informasj informasi penting buat pemerintahan kolonial. Tahun 1900 dia ketemu sama orang Gayo (namun tidak sampai kesana,) ,dia hanya mencatat informasi orang Gayo tersebut yang berhasil dihimpun dalam bukunya Het Gajoland. (1903).

Selama 17 tahun Snouck Hurgronje tinggal di Hindia Belanda.
Selama di Hindia Belanda dia bersahabat antara lain dengan Othman ibn Yahya ,Raden Abubakar Djajadingrat dan H.Mustafa ( penelitian Dr.PS.van Koningsveld dalam Mr.Hamid Algadri, Politik Belanda Terhadap Islam dan Keturunan Arab di Indinesia, 1988: 88).

Dimana menurut Mr.Hamid Algadri mereka membantu karena yakin akan diri Snouck Hurgronje adalah seorang Muslim. Namun sebenarnya menurut van Koningsveld ,Snouck Hurgronje hanya berpura pura masuk islam. Ini tergambar dalam suratnya kepada gurunya seorang orientalis Jerman bernama Theodore Noeldeke bahwa ia sekedar melakukan ” izhar al islam” ( lahir islam namun bathin tidak)

Namun juga ada pendapat yang diyakini banyak orang bahwa dia muslim.Karena dia nikah dengan wanita mualimah bernama Siti Saadiyah, putri khalifah Apo ,seorang pejabat penghulu di Bandung. Salah satu kerabat Siti Saadiyah yaitu Reden Tachiat mengatakan dalam rangka posisi kemasyarakaran Khalifah Apo ,sebagai wakil penghulu , tentu mengerti akan syariat islam.

Jadi perkawinan mereka sah secara islam. Demikian pengakuan Reden Yusuf putra keturunan Snouck bahwa menurut ibunya Snouck Hurgronje adalah orang yang taat melaksanakan rukun Islam. Semuanya kebenaran tersebut kembali kepada niat yang bersangkutan.

Namun secara politis kebijakan kebijakan pemerintahan kolonial Belanda banyak mendapat advis dari Snouck Hurgronje terutama terhadap kedudukan hukum adat dan hukum islam. Yang sampai sekarang masih banyak sisa sisa peraturan kolonial yang merendahkan hukum adat dan hukum islam khususnya.

Sehingga Prof.Dr.H.Hazairin,SH guru besar FH UI mengatakan salah satu teori Snouck Hurgronje disebutnya sebagai Teori Iblis.
Demikian secara singkat kita sudah membuka tabir siapa sebenarnya Snouck Hurgronje itu. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here