Home Ekonomi Lemaklah Sei Sapi Siap Menggoyang Lidah Pecinta Daging

Lemaklah Sei Sapi Siap Menggoyang Lidah Pecinta Daging

0
Owner Lemaklah Sei Sapi, Anis didampingi Pengelola, Edho Utama, saat launching Rumah Makan Lemaklah yang menawarkan Sei Sapi pertama di Palembang.

PALEMBANG,  PE – Masa pandemi Covid-19 ternyata tidak semuanya memberikan dampak buruk, justru membuat sebagian pelaku usaha menjadi kreatif untuk mengembangkan usaha dengan memulai bisnis kuliner. Salah satunya Rumah Makan (RM) Lemaklah yang menawarkan Sei Sapi (daging asap) pertama di Palembang dan siap menggoyang lidah para pecinta daging.

Owner Lemaklah Sei Sapi, Anis didampingi Pengelola, Edho Utama mengatakan, bisnis ini sudah dibangun sejak April lalu, tetapi hanya lewat online. Karena, banyak konsumen yang mencintai makanan berbahan dasar daging ini. “Alhamdulillah karena respon pecinta kuliner kami tinggi,  akhirnya kami pustuskan untuk membuka kedainya,” ujarnya usai grand opening Sei Sapi, Sabtu (3/10).

Anis menceritakan, saat memulai bisnis kuliner makanan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Palembang, dia tak sendiri. Anis menggandeng Edho, temannya untuk menggeluti usaha kuliner NTT. “Meski teman saya ini berdarah Palembang, namun masa kecilnya banyak dihabiskan ikut sang ayah bertugas di NTT, sehingga kita tidak kesulitan bila harus mengkombinasikan rasa lokal Palembang dan NTT. Karena kuliner ini tidak berbeda jauh dengan lidah Palembang yang menyukai rasa pedas, ” bebernya.

Dia menjelaskan, menu olahan ini merupakan daging sapi asap spesial NTT dan dagingnya dipotong dengan bentuk memanjang. Proses pengasapan diceritakannya cukup memakan waktu, dimana daging di bumbui 24 jam baru kemudian diasap 10-12 jam di suhu rendah, tidak gosong, dan daging tetap matang

“Orang Palembang suka pedas, dan makanan NTT Sei Sapi ini juga menyajikan sambal khas NTT yakni Lu’at. Makanya tidak terlalu sulit,” jelasnya.

Sebelum resmi membuka kedai di Jalan Angkatan 45 Palembang, Anis memasarkan makanan khas NTT melalui online yang bisa diakses dari Gofood dan Grabfood sejak April 2020. “Ternyata pas kita cek penikmatnya banyak, jadi yang mungkin sebelum pandemi biasa jalan-jalan ke Indonesia Timur misal ke NTT, jadi sekarang tak perlu lagi jauh-jauh kesana, terlebih kondisi pandemi ini,” katanya.

Guna menjaga rasa otentik NTT, dia mengaku harus mengirim kayu untuk pengasapan langsung dari NTT. Bahan dasar sambel, seperti daun Kosambi dan siba. “Yang jadi pembeda sambalnya harus difermentasi sebelum disajikan. Inilah yang jadi ciri khasnya,” ujarnya.

Dia berharap, kondisi pandemi Covid-19 segera membaik, dan semua sektor usaha segera bangkit. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here