Home Headline News Peserta Lemah di Sejarah Lokal

Peserta Lemah di Sejarah Lokal

0
Siswa SMA Negeri 20 Palembang saat mengikuti babak penyisihan Sang Juara ‘Payo ke Museum’ hari terakhir di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Rabu (28/10).

PALEMBANG, PE – Genap sudah 75 peserta dari 25 SMA se-Kota Palembang, yang akan tampil di babak Grandfinal Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ sesi ketiga. Tiga tiket terakhir berhasil disabet oleh Annisa Herlia Zahra (juara 1), Santri Aulia Ananda (juara 2), dan Ayu Nursafitri (juara 3) dari SMA Negeri 22 Palembang pada hari terakhir babak penyisihan, yang berlangsung di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Rabu (28/10).

Penentu kelolosan Annisa ke babak grandfinal adalah ketika ia berhasil menjawab dengan benar pertanyaan permuseuman.

“Benar atau salah, bangunan Museum Negeri Sumatera Selatan terdiri dari dua perpaduan gaya bangunan. Yakni perpaduan Eropa dan Asia,” Ella Sulistiana yang bertindak sebagai pemandu acara, membacakan soal.

Annisa mengangkat kertas berwarna merah bertuliskan SALAH. Jawabannya beda sendiri dengan tiga peserta lain yang tersisa di arena permainan, yang mengangkat kertas warna hijau (BENAR). Jawabannya adalah SALAH. Dengan demikian, Annisa yang meraih tiket ke grandfinal sebagai juara pertama di sekolahnya.

“Saya memang telah mempersiapkan untuk Sang Juara. Pastinya saya akan belajar lebih giat lagi buat jadi juara di babak grandfinal nanti,” kata Annisa usai lomba.

Pada hari terakhir babak penyisihan ini, 30 peserta dari SMA Negeri 22 Palembang kebagian giliran terakhir. Di sesi pertama berkompetisi SMA Negeri 20 Palembang. Dilanjutkan SMA Negeri 21 Palembang di sesi kedua.

Pemimpin Redaksi Palembang Ekspres M Iqbal mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi selama penyelenggaraan babak penyisihan. Mulai dari tingkat kesulitan soal, hingga penerapan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah dari Senin 19 Oktober sampai hari ini Rabu 28 Oktober, kita telah menyelesaikan babak penyisihan sang juara. Dengan menghadirkan 25 SMA se-Kota Palembang. Titik fokus kami selama pelaksanaan babak penyisihan, yakni soal-soal yang perlu dievaluasi lagi terkait tingkat kesulitannya. Kita juga evaluasi selama penyisihan apakah protokol kesehatan telah berjalan dengan ketat,” tuturnya.

Sementara Merry Hamraeny selaku dewan juri menilai peserta terlihat lemah dalam hal sejarah lokal Sumatera Selatan. Ini jadi tantangan bagi guru-guru Sejarah.

“Materi sejarah lokal perlu diberikan kepada siswa. Sebab sejarah lokal inilah yang akan jadi sejarah nasional. Apalagi, Sumsel sudah melewati beberapa dekade. Ada masa Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, termasuk juga awal masa pra aksara,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, peserta juga perlu belajar lagi materi tentang permuseuman. Di sinilah peran serta sekolah sangat diperlukan untuk mendorong siswa agar mengunjungi museum.

“Museum itu merupakan sumber ilmu. Bukan hanya dari buku maupun internet saja. Dengan mengunjungi museum, kita bisa melihat secara langsung benda-benda bersejarah. Melihat langsung benda-benda yang selama ini ada di buku,” terang Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumsel.

Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ terselenggara berkat kerja sama Harian Umum Palembang Ekspres dan Palpres.com dengan Museum Negeri Sumatera Selatan dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumsel. Babak penyisihan gelaran yang masuk sesi ketiga ini, berlangsung 19-28 Oktober 2020. Babak grandfinal digelar pada 19 November mendatang.

Kegiatan diikuti 25 SMA se Kota Palembang. Panitia telah menyiapkan hadiah utama untuk juara umum, yakni trofi bergilir Gubernur Sumatera Selatan, serta uang pembinaan Rp5 juta. Lalu juara satu Rp3,5 juta, juara 2 Rp3 juta, juara 3 Rp2,5 juta, juara harapan 1 Rp1,5 juta, juara harapan II Rp1.250 ribu, juara harapan III Rp1 juta, dan juara favorit Rp250 ribu. CIT

 

Daftar pemenang Sang Juara ‘Payo ke Museum’, Rabu (28/10):

SMA Negeri 20 Palembang

  1. Shopi Wahyunda
  2. Ananda Salsabilah
  3. Mujila

 

SMA Negeri 21 Palembang

  1. Miko Cesardi
  2. Iffah Haziqoh
  3. Novrida Dwi Maharani

 

SMA Negeri 22 Palembang

  1. Annisa Herlia Zahra
  2. Santri Aulia Ananda
  3. Ayu Nursafitri
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here