Home Headline News Polisi Selidiki Motif dan Penggerak Pelajar Ikuti Demo

Polisi Selidiki Motif dan Penggerak Pelajar Ikuti Demo

0
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi saat memberikan keterangan kepada wartawan, di depan para pelajar dari berbagai SMA dan SMK yang terjaring dalam aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law di DPRD Provinsi Sumsel.

PALEMBANG, PE – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang bakal menyelidiki motif dibalik keikusertaan para pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Sumsel, dalam aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law di DPRD Provinsi Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, pihaknya selain bakal mencari tahu motif, juga melacak motor penggerak para pelajar untuk ikut serta dalam aksi tersebut.

“Kita akan dalami ini karena diduga memiliki tujuan tertentu, bahkan anggota kita mengamankan tujuh orang dari kelompok Anarko Jakarta,” ujarnya, (8/10)

Dirinya menuturkan, turunnya kelompok Anarko Jakarta ke Palembang diduga mencari anggota untuk bergabung ke dalam kelompok Anarko. “Ketujuh orang ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sedangkan dari data yang didapatkan, lanjut Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa total pemuda yang rata-rata pelajar SMA dan SMK untuk hari ini 325 orang diamankan. “Untuk data sementara yang kita dapatkan hari ini ada 325 orang diamankan tapi angka tersebut bisa bertambah, sedangkan kemarin (Rabu, red) tercatat 174 ditambah hari ini (Kamis, red) jadi total yang diamankan 499 orang,” aku dia.

Bahkan beberapa orang pelajar menyelinap masuk ke dalam massa dengan menggunakan jaket almamater salah satu Universitas di Palembang, dan ada pelajar yang kedapatan membawa minuman keras (miras).

“Pelajar ini harus belajar, karena mereka ini tidak ada urusannya dan tidak tahu menahu tentang yang didemokan tersebut,” bebernya.

Dalam aksi demo yang berlangsung di DPRD hari ini, Supriadi memastikan tidak terjadi ricuh. Tapi anggota polisi memukul mundur para pendemo, karena mencoba memasuki DPRD Provinsi Sumsel.

“Itu bukan rusuh, tapi anggota kita memukul mundur para demonstran yang mencoba memasuki DPRD Provinsi Sumsel,” tutupnya. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here