Home Palembang Revitalisasi Benteng Kuto Besak Jangan Sepihak

Revitalisasi Benteng Kuto Besak Jangan Sepihak

0
Kepala Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana

PALEMBANG.PE- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah merencanakan melakukan penataan Benteng Kuto Besak (BKB) untuk menjadi destinasi wisata baru Kota Tua Palembang, yang pengerjaannya akan dilakukan bulan ini.

Namun Kepala Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana mengingatkan, kalau aset BKB itu ada di Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI. Walaupun demikian, kata dia, BKB bisa dilakukan revitalisasi .

“Kalau mau direvitalisasi BKB itu jangan sepihak-sepihak, seperti dari Pertahanan sendiri, dari kota sendiri, semua itu diajak ngomong, rembuk, biar enggak salah juga. Kalau kecenderungan kita ini menyalahkan ini. Sebenarnya kalau dilakukan revitalisasi tidak menjadi masalah, baik TNI maupun pemerintah kota ,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/10).

Karena menurutnya, dari awal semua pihak harus di ajak bicara untuk melakukan revitalisasi BKB ini.

“Versi mereka juga ada keterbatasan pemikiran dan SDM nya, bisa dilibatkan BPCB terkait pelestarian, untuk penelitian Balar Sumsel bisa dilibatkan ,”katanya. Selain itu pemindahan orang dan aset TNI dalam BKB, menurutnya, perlu di bicarakan lagi.

“Saya prinsipnya itu tadi, kalau revitalisasi itu jangan sendiri-sendiri, kalau dilibatkan semua bisa urun rembug mau dikembalikan sebaiknya, tapi jangan sampai berdiri sendiri,“ katanya.

Hingga kini, menurut Budi, Balar Sumsel belum diajak untuk kerjasama kajian revitalisasi BKB oleh pihak terkait. “Sementara belum, minimal kalau ada informasi-informasi kebetulan Mbak Retno (peneliti Balar Sumsel) ada, minimal informasi itu ada,” katanya.

Menurutnya, BKB sebagai situs cagar budaya dulu pernah ditetapkan secara nasional. Namun sekarang harus ditetapkan lagi oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang, karena tempatnya penting dan ada nilai pertahanannya dan dalam pengembangannya jangan sendiri-sendiri tidak bisa berdiri sendiri.

“Orang kesannya BKB milik Pertahanan, tapi kalau direvitalisasi alangkah bagusnya, ada master plan yang kedepannya BKB mau diapakan. Termasuk salah satunya bisa revitalisasi dan yang terlibat siapa saja,” katanya.

Hingga kini BKB, menurutnya, belum ada master plan. Tapi kalau ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, lanjutnya, menurutnya sudah, tapi masih dengan undang-undang yang lama. Namun dengan undang-undang yang baru ini harusnya ditetapkan lagi, karena dasarnya dengan undang-undang terbaru.

“Sebenarnya kewenangan kota untuk menetapkan lagi, nanti peringkatnya dari kota ke Provinsi dan bisa menjadi nasional,” katanya. Mengenai bangunan yang merusak BKB seperti Tugu Belido, Gedung ACC, Kolam depan Museum SMB II, menurutnya mungkin perlu langkah selanjutnya dan dilakukan secara bertahap karena tidak bisa dilakukan secara singkat. DUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here