Home Headline News Rusli Ikhlas Raih Juara Dua

Rusli Ikhlas Raih Juara Dua

0
M Rusli dan Amelia Restu Putri, siswa SMA Negeri 13 Palembang berkompetisi memperebutkan rangking pertama pada Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ sesi ketiga di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Jumat (23/10).

PALEMBANG, PE – Memasuki hari kelima penyelenggaraan lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ sesi ketiga di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Jumat (23/10), perebutan tiga besar untuk memastikan diri lolos ke babak grandfinal mewakili sekolahnya makin seru dan menegangkan.

Itu terlihat saat 28 siswa SMA Negeri 13 Palembang menjalani babak penyisihan. Hanya sedikit yang tersisih saat soal-soal pengetahuan umum dibacakan oleh host Trisno Rusli dan Sri Devi. Mereka sepertinya telah menyiapkan diri untuk soal-soal tersebut. Kendati fokus harus terpecah lantaran saat ini tengah menjalani ujian tengah semester secara daring. Sampai kemudian soal sejarah dibacakan.

“Benar atau salah, nama arca Budha peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dilapisi perunggu adalah Arca Budha Tingkip. Angkat jawabannya,” Trisno membacakan soal.

Sesuai aturan, peserta harus cepat mengangkat kertas BENAR (warna hijau) atau SALAH (warna merah) dan tidak boleh menengok kanan kiri begitu mendapatkan aba-aba “Angkat jawabannya”. Apabila mereka mengubah jawaban atau melihat kanan-kiri, maka akan didiskualifikasi.

Ada empat siswa yang mengangkat kertas warna merah. Mereka meyakini bahwa jawabannya SALAH. Sri Devi pun mendekati salah satu peserta bernama Devina, lalu bertanya apa jawaban yang benarnya. “Saya tidak tahu,” kata Devina sambil menggeleng.

Dewan juri dari Museum Negeri Sumsel, Tamzi, lantas didaulat untuk memberikan jawaban yang benar dari soal tersebut. “Adik-adik, jawabannya SALAH,” kata Tamzi.

Dengan demikian, empat siswa ini bertahan di arena dan semakin dekat dengan tiket grandfinal pada 19 November mendatang. Sementara banyak rekannya yang lain harus tersisih.

Nama arca Budha peninggalan Kerajaan Sriwijaya, yang dilapisi perunggu bukanlah Arca Budha Tingkip, melainkan Arca Budha Maitreya.

Dengan demikian, tinggal M Rusli, Devina, Amelia Restu Putri, dan Azizah Raidah, yang tersisa di arena lomba untuk memperebutkan tiga terbaik. Berarti, satu orang harus tereliminasi. Siapakah dia? Lomba pun berlanjut.

Kembali soal sejarah dibacakan. Di sinilah kealotan itu terlihat. Mereka kompak menjawab SALAH untuk pertanyaan Kerajaan Aceh mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Sani. Mereka pun bertahan di arena, lantaran jawabannya benar. Jawaban yang benar adalah Sultan Iskandar Muda.

Posisi duduk keempatnya pun diubah menjadi saling membelakangi, agar tidak saling melihat gerak tangan masing-masing saat mengangkat kertas BENAR atau SALAH. Tiket grandfinal akhirnya menjadi menjadi milik M Rusli, Amelia Restu Putri, dan Azizah Raidah. Sementara Devina harus tersisih.

Saat penentuan rangking satu dan dua, kealotan kembali terlihat. Di sini, Azizah Raidah sudah tersisih dan tinggal menyisakan M Rusli dan Amelia Restu Putri. Keduanya berbeda jurusan. Rusli merupakan jurusan IPA, sedangkan Amel IPS. Jawaban keduanya sama di tiga pertanyaan, sehingga lomba harus berlanjut ke soal keempat.

Benar atau salah, hari penerbangan nasional jatuh pada 27 Oktober. Keduanya mengangkat kertas berbeda. Amel menjawab BENAR, sedangkan Rusli SALAH. Amel dinobatkan sebagai juara pertama alias rangking satu karena jawabannya benar.

“Saya tidak sangka bisa juara satu. Senang rasanya,” kata Amel usai lomba.

Ia mengaku hanya kebetulan saja jawabannya dengan Rusli sama terus di tiga pertanyaan saat penentuan rangking satu. “Itu kebetulan saja. Agak bingung sih jawabnya,” ucap siswa kelas 12 IPS ini.

Menurutnya, persiapan untuk Sang Juara hanya sepekan. Terutama belajar sejarah. “Belajarnya di rumah. Untuk final nanti, saya akan belajar lebih giat,” tukasnya.

Sedangkan Rusli mengaku ikhlas rangking satu menjadi milik rekannya. “Saya bersyukur dapat posisi kedua. Deg-degan tadi,” katanya.

Disinggung apakah dirinya akan belajar bersama dua rekannya yang lain untuk persiapan grandfinal, ia memilih belajar sendiri.

“Saya akan lebih banyak belajar sejarah. Tapi belajar sendiri. Kita kan berkompetisi,” ucapnya tersenyum.

Sementara Eri Maliana Sari, guru Sejarah SMA Negeri 13 Palembang mengatakan, persiapan anak asuhnya agak terganggu lantaran harus menjalani ujian tengah semester.

“Sekarang masih berlangsung. Dari Senin sampai Sabtu. Persiapan memang agak terganggu. Tapi mereka sudah bersiap dari jauh-jauh hari. Jadi tidak masalah,” ujarnya.

Dikatakan, materi yang diberikan untuk siswa sebagai persiapan, yakni sejarah lokal dan permuseuman. “Di samping dari perpustakaan sekolah, siswa mencari informasi dari internet. Seperti tentang museum dan barang-barang koleksinya,” terangnya.

Disinggung persiapan grandfinal, menurutnya, siswa sudah mempersiapkan diri, termasuk mental. “Mereka sudah siap, baik materi dan mental. Yel-yel pun mereka punya ide sendiri,” pungkasnya.

Di penyelenggaraan hari kelima ini, SMA Negeri 12 dan SMA Negeri 13 yang berkompetisi. Siswa SMA Negeri 12 bertanding lebih dulu di sesi pertama.

Berikutnya pada Sabtu (24/10), dijadwalkan bertanding SMA Negeri 14 di sesi pertama dan SMA Negeri 15 Palembang di sesi kedua. CIT

 

Daftar pemenang Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’, Jumat (23/10)

 

SMA Negeri 12 Palembang

  1. Abdullah Zeith
  2. Amanda Rizka J
  3. Juwita Amalia

 

SMA Negeri 13 Palembang

  1. Amelia Restu Putri
  2. M Rusli
  3. Azizah Raidah
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here