Home Headline News Sejak Kelas 10 Jago Sejarah

Sejak Kelas 10 Jago Sejarah

0
Penyelenggaraan Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ memasuki hari ketujuh di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Senin (26/10).

PALEMBANG, PE – Zavira Nur Jannah langsung sujud syukur, saat dirinya dinyatakan lolos ke babak grandfinal sebagai juara pertama dalam Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ hari ketujuh di Aula Museum Negeri Sumatera Selatan, Senin (26/10). Matanya berkaca-kaca seolah tidak percaya akan mewakili SMA Negeri 16 Palembang di partai puncak pada 19 November mendatang.

“Mikir dulu antara benar atau salah. Tapi feeling saya menyatakan SALAH,” kata Zavira dimintai komentar usai lomba.

Ia bersyukur sekolah mempercayakan dirinya untuk tampil di ajang Sang Juara. Zavira berjanji akan melakukan persiapan yang lebih baik untuk bisa berprestasi di babak grandfinal.

“Alhamdulillah syukur bisa rangking satu dan mewakili SMAN 16 di final. Selanjutnya tinggal mempersiapkan diri yang lebih baik,” ucapnya.

Ia mengaku persiapan sangatlah minim untuk event ini, hanya seminggu. Namun, ia punya waktu yang cukup untuk partai puncak nanti.

“Pastinya harus siap mental untuk partai final. Tidak boleh gugup, ragu-ragu, dan yakin dengan jawaban sendiri,” ujarnya.

Beberapa hal yang dipelajari dan dipersiapkan, ujar dia, sejarah lokal, museum yang ada di Palembang, termasuk sejarah berdirinya.

Hardiono, guru Sejarah SMA Negeri 16 Palembang, adalah sosok yang menyertakan nama Zavira dalam daftar 30 peserta Sang Juara dari sekolah tersebut. Dia ternyata sudah lama memantau anak didiknya itu.

Zavira ini sejak kelas 10 memang termasuk anak terbaik di sekolah. Sekarang dia duduk di kelas 11 IPS. Memang terbaik anaknya, khususnya untuk pelajaran Sejarah,” katanya.

Awalnya, kata dia, Zavira enggan ikut Sang Juara. Namun, ia gigih menelepon siswinya itu. Sampai akhirnya Zavira bersedia ikut serta. “Saya tahu betul Zavira. Memang anaknya pintar,” pujinya.

Momen kelolosan Zavira ke grandfinal adalah ketika ia berhasil menjawab dengan benar pertanyaan sejarah, yang dibacakan Trisno Rusli selaku pemandu acara bersama Pemimpin Redaksi Palembang Ekspres M Iqbal.

“Benar atau salah, sebelum berubah menjadi Jong Java, organisasi ini bernama Paguyuban Pemuda Jawa. Angkat jawabannya,” Trisno Rusli memberi aba-aba.

Hanya Zavira seorang yang mengangkat kertas berwarna merah bertuliskan SALAH, sementara empat peserta yang tersisa di arena, mengacungkan kertas warna hijau bertuliskan BENAR.

“Saya tidak tahu jawaban yang benar. Tapi feeling saya, jawabannya SALAH,” kata Zavia saat ditanya pemandu acara mengapa menjawab SALAH.

Yoyoh Juariah, anggota dewan juri dari Asoasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Selatan, lantas didaulat untuk memastikan jawaban yang benar.

“Jong Java merupakan organisasi yang sebelumnya bernama Paguyuban Pemuda Jawa. Jawabannya adalah SALAH. Yang betul Tri Koro Dharmo,” kata Yoyoh.

Dengan demikian, Zavira pun lolos ke babak grandfinal sebagai yang terbaik di sekolahnya.

Lomba sendiri berlangsung tidak lama. Hanya butuh tiga pertanyaan untuk mengeliminasi sebagian besar peserta dari SMA Negeri 16 Palembang. Di pertanyaan keempat, tersisa lima orang saja di arena permainan, yang semuanya perempuan.

Sempat terjadi kealotan pada perebutan juara kedua antara Adelia Safriana N dan Nadia Rifka Airya, meski sudah tidak lagi menentukan kelolosan. Butuh hingga tiga soal bagi Adelia untuk memastikan juara kedua.

Pada penyelenggaraan hari ketujuh, SMAN 16 Palembang yang berkompetisi di sesi pertama. Lalu SMAN 17 Plus Palembang di sesi kedua dan SMA Srijaya Negara di sesi ketiga.

Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’ terselenggara berkat kerja sama Harian Umum Palembang Ekspres dan Palpres.com dengan Museum Negeri Sumatera Selatan dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumsel. Babak penyisihan gelaran yang masuk sesi ketiga ini, berlangsung 19-31 Oktober 2020. Babak grandfinal digelar pada 19 November mendatang.

Kegiatan diikuti 25 SMA se Kota Palembang. Panitia telah menyiapkan hadiah utama untuk juara umum, yakni trofi bergilir Gubernur Sumatera Selatan, serta uang pembinaan Rp5 juta. Lalu juara satu Rp3,5 juta, juara 2 Rp3 juta, juara 3 Rp2,5 juta, juara harapan 1 Rp1,5 juta, juara harapan II Rp1.250 ribu, juara harapan III Rp1 juta, an juara favorit Rp250 ribu. CIT

Daftar pemenang Lomba Sang Juara ‘Payo ke Museum’, Senin (26/10):

SMA Negeri 16 Palembang

  1. Zavira Nur Jannah
  2. Adelia Safriana N
  3. Nadia Rifka Airya

 

SMA Negeri 17 Plus Palembang

  1. M Rifqi Fadhil Al Amin
  2. Aris Radita Pramana
  3. Alda Aulia

 

SMA Srijaya Negara

  1. Cindo Laras Buti
  2. M Rendi Prayoga
  3. Nurul Fanani
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here