Home Palembang Sejarah Harus Diungkapkan yang Sebenarnya

Sejarah Harus Diungkapkan yang Sebenarnya

0
Narasumber dalam seminar sejarah perjuangan bangsa dengan tema “Upaya Mempertahankan Kedaulatan Sumatera Selatan dari Masa ke Masa, yang digelar di Pendopoan Prasasti Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS), Karang Anyar, Gandus, Palembang, Selasa (27/10).

PALEMBANG.PE – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel dan UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS), Gandus, Palembang menggelar seminar sejarah perjuangan bangsa dengan tema “ Upaya Mempertahankan Kedaulatan Sumatera Selatan Dari Masa Ke Masa, di pendopoan Prasasti Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS), Karang Anyar, Gandus, Palembang, Selasa (27/10).

Pemateri yang hadir dalam seminar tersebut yakni Ketua Pembina Adat Provinsi Sumsel Albar Sentosa SH SU, Khabib Sholeh Mhum dari Universitas PGRI Palembang, Dra Nurhayati Dina Mpd dari Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Syafruddin Yusuf Phd dari Universitas Sriwijaya (Unsri)

Menurut Syafruddin Yusuf Phd yang merupakan sejarawan Sumsel dari Unsri ini, melihat perkembangan terakhir sejarah hampir terlupakan. Walaupun diingatkan, tapi faktanya dibelokkan.

“Makanya perlu diungkapkan lagi sejarah yang sebenarnya jadi kajian-kajian, diskusi-diskusi seminar tentang perjuangan khususnya daerah Sumsel itu perlu diperbanyak, termasuk pelajaran di sekolah supaya tidak buta generasi muda,” katanya.

Selain itu dosen FKIP Sejarah Unsri ini melihat Dinas Pendidikan seharusnya membuat edaran atau perintah menyuruh guru sejarah itu untuk memasukkan peristiwa-peristiwa sejarah di Sumsel. “Sebab guru ini takut mengejar kurikulum, kurikulum itu cuma garis besar saja untuk muatan lokal tidak lengkap. Seharusnya sejarah lokal Sumsel harus banyak masuk kurikulum,” katanya.

Jika ada surat edaran dari Dinas Pendidikan untuk mengungkap peristiwa sejarah di Sumsel tadi, menurutnya, dapat didukung penerbitan buku-buku yang terkait dengan sejarah Sumsel dan itu belum dilakukan hingga kini. Walaupun usulan itu sudah pernah disampaikan dberkali-kali. “Kalau diusulkan sudah lama berberapa kali, belum terealisasi. Harapan bisa terealisasi,” katanya.

Ketua Pembina Adat Provinsi Sumsel Albar Sentosa Subari SH SU dalam makalah berjudul Kedaulatan dalam Perspektif Hukum Adat Palembang menjelaskan budaya ilir adalah sinonim dari budaya masyarakat adar yang dekat dengan pusat pemerintahan (Kerajaan dan Kesultanan) lebih terbuka dengan dunia perdagangan karena posisi dekat pelabuhan. Sedangkan pada masyarakat ulu sinonim dari kehidupan masyarakat adat di pedalaman lebih tertutup karena pengaruh luar sulit masuk mencapai pusat ekonomi, namun mereka lebih banyak menghasilkan barang dagangan populer di perdagangan internasional.

Sedangkan Khabib Sholeh Mhum dari Universitas PGRI Palembang dalam makalah berjudul Kedaulatan dan Kekuasaan Kedatuan Sriwijaya menjelaskan, kedaulatan dan kekuasaan Sriwijaya dalam konteks sekarang dan masa depan seharusnya Indonesia tidak hanya berdaulat pada darat juga laut.

Selain itu, Indonesia merupakan bangsa yang besar yang harusnya sudah lama maju dan menjadi negara berpengaruh besar pada aspek-aspek lain terhadap negara luar. Dan Indonesia harus dapat belajar dari sejarah bangsa sendiri, demi kedaulatan di darat dan laut menuju negara yang maju dan disegani.

Selanjutnya, Dra Nurhayati Dina Mpd dari Universitas Muhammadiyah Palembang dalam makalah berjudul Tantangan Kesultanan Palembang dalam Menegakkan Kedaulatannya menjelaskan, pertentangan dalam Kesultanan Palembang memang tidak dapat dihindarkan selama sistem politik masih berjalan.

Adanya perebutan kekuasaan, adanya ambisi ingin diakui sebagai penguasa yang besar atau prestise dan adanya kehendak untuk memompoli perdagangan, walaupun harus mengorbankan putusnya ikatan kekerabatan serta hilangnya nyawa rakyat yang tidak terlibat dalam pertentangan tersebut. Hal inilah yang menimbulkan pertentangan dalam Kesultanan Palembang.

Sementara soal Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya yang berfungsi sebagai tempat penelitian, pendidikan serta tempat rekreasi edukatif kultural, sudah seharusnya juga memiliki informasi tentang peristiwa peninggalan bersejarah masa lalu yang terjadi di Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang yang notebene bukan hanya tentang Kerajaan Sriwijaya saja.

Sedangkan penanggungjawab acara Khairul Sahri SH mengatakan, kegiatan ini merupakan seminar sejarah perjuangan bangsa dengan tema “ Upaya Mempertahankan Kedaulatan Sumatera Selatan dari Masa Ke Masa dihadiri pembicaranya dari Unsri, PGRI, Universitas Muhamamdiyah Palembang dan Ketua Dewan Adat Sumsel.

“Pesertanya ada 100 orang, salah satunya Asosiasi Guru Sekolah SMA SeKota Palembang kita undang, perguruan tinggi yang mengajar sejarah, pemerhati sejarah, Forwida, budayawan termasuk museum yang ada di Kota Palembang,” katanya mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat minimal tahu tempat asal mereka, baik sebelum Sriwijaya hingga masa kini. DUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here