Home Headline News Soal Tambang Ilegal, Harus Diselesaikan dari Hulu ke Hilir

Soal Tambang Ilegal, Harus Diselesaikan dari Hulu ke Hilir

0
H Alex Noerdin selaku pimpinan Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset, teknologi dan lingkungan hidup, Kamis (22/10) meninjau langsung lokasi penambangan liar yang menewaskan 11 orang, di Desa Penyandingan Kec. Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim.

MUARA ENIM PE – Mantan Gubernur Sumatera Selatan yang saat ini Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin menekankan agar pemerintah daerah di Provinsi Sumsel menghentikan segera praktik tambang ilegal.

Alex menyebut permasalahan tambang batubara ilegal sangat kompleks, sehingga harus diselesaikan dari hulu ke hilir.

Alex mengatakan aktivitas tambang ilegal yang terjadi bertahun-tahun secara terang-terang terjadi, karena ada pembiaran dari pemerintah.

“Ini ada pembiaran sehingga tambang ilegal tak kunjung selesai, saya lihat sepanjang jalan begitu banyak karung-karung berisi batubara, apa dibiarkan saja,”kata Alex saat meninjau lokasi kecelakaan tambang ilegal di Desa Penyandingan, Muara Enim, Kamis (22/10).

Gubernur dua periode ini menuturkan, pemerintah daerah seolah membiarkan aktivitas penambangan tanpa izin tersebut.

Menurut Alex, masalah tambang ilegal tersebut harus dibahas ke tingkat pusat. Karena pembenahan tambang ilegal juga harus menyeluruh, untuk memutus rantai bisnis tersebut.

“Jadi batubara di Muara Enim ini digali, lalu ke bawa ke Lampung kemudian menyeberang ke Bakaheuni lalu ke Jawa Barat. Ini terjadi karena ada hulu dan hilirnya, ada penadah dan ada tranportasi yang mengangkut,”ungkapnya

Alex juga mempertanyakan mengapa batubara ilegal dari Provinsi Sumsel, bisa menyebrang laut lewat kapal Feri.

“Artinya siapa pembeli, siapa pengangkut harus diselesaikan, tidak bisa tingkat provinsi saja, harus tingkat nasional, semua bertanggung jawab,”tegas Alex

Sementara Plt Kepala Dinas Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumsel, Yohannes Toruan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk meminta dukungan penghentian praktik tambang ilegal dii Muara Enim.

Bahkan sejak April 2019 lalu, pihaknya telah menerima surat dari Menteri ESDM ke Kapolri untuk menertibkan tambang ilegal di Sumsel.

“Tapi memang belum ada penindakan, kami mencatatkan ada sebanyak 55 titik tambang ilegal di Muara Enim, yang berada diwilayah IUP PTBA,”pungkasnya. AFU

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here