Home Sumsel Banyuasin 180 Pasutri Diresmikan dalam Sidang Isbat Nikah

180 Pasutri Diresmikan dalam Sidang Isbat Nikah

0
Pelaksanaan sidang Isbat Nikah di Gedung Serbaguna Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Kamis (26/11).

BANYUASIN, PE — Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggandeng Pengadilan Agama Pangkalan Balai dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin untuk menggelar sidang Isbat Nikah tentang pelayanan terpadu kepemilikan status hukum perkawinan bagi masyarakat Banyuasin, Kamis (26/11) di Gedung Serbaguna Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.

Bupati Banyuasin H Askolani mengucapkan selamat kepada peserta Sidang Isbat Nikah, atas keikutsertaan dalam acara yang sangat sakral ini.

“Alhamdulillah, salah satu program Banyuasin Religius ini mempunyai arti untuk memberikan kepastian identitas hukum kepada masyarakat atas pernikahannya. Selama ini Bapak Ibu yang sudah lama berumah tangga, namun secara administrasi hukum belum diakui oleh Negara,” ucapnya.

Askolani menjelaskan, pelaksanaan acara Isbat Nikah ini berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuasin Tahun 2018-2023. Di antaranya mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.

“Visi-misi Pemerintah Kabupaten Banyuasin bukan hanya bidang pembangunan semata. Akan tetapi bidang mental spritual. Dan salah satu program pokoknya, yakni Banyuasin religius,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Isbat Nikah adalah salah satu program Pemkab Banyuasin, yang bertujuan membantu warga yang selama ini belum memiliki buku nikah, padahal sudah hidup berumah tangga sejak lama dan sah menurut agama Islam. Namun secara administrasi negara belum tercatat, sehingga dokumen kependudukan, buku nikah, akte kelahiran belum punya. Mereka yang berniat menunaikan ibadah haji atau umroh terhalang karena belum lengkap dokumen kependudukan.

“Kami berinisiatif untuk membantu dan melayani warga kami, melaksanakan sidang Isbat Nikah Terpadu agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan dan kepastian hukum sebagaimana amanat UUD 1945 pasal 28 D yang berbunyi, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum,” paparnya.

Askolani juga menerangkan, dirinya mempunyai target untuk memecahkan rekor MURI sebanyak 5000 pasang Isbat Nikah selama menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin. Sehingga ke depan, tidak ada lagi warga Banyuasin yang belum memiliki dokumen kependudukan.

“Jumlah terdata yang mengikuti sidang Isbat Nikah Terpadu sebanyak 500 pasang. Namun yang lulus administrasi dan verifikasi dari Pengadilan Agama Pangkalan Balai sebanyak 180 pasang. Alhamdulillah, mulai tahun 2020 sampai dengan 2023, pelaksanaan Isbat Nikah Terpadu akan dilaksanakan di setiap kecamatan,” tandasnya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here