Home Parlemen & Politik Baikuni: Kekayaan Alam Muratara Harusnya Bisa Sejahterakan Rakyat

Baikuni: Kekayaan Alam Muratara Harusnya Bisa Sejahterakan Rakyat

0
Kampanye Dialogis Calon Wakil Bupati Baikuni Anwar di Desa Sumber Sari, Muratara

MURATARA,PE- Inginkan perubahan menjadi lebih baik, masyarakat Desa Sumber Sari Kecamatan Nibung Kabupaten Musin Rawas Utara (Muratara) rela menunggu berjam-jam kedatangan calon Wakil Bupati Baikuni Anwar, Senin (9/11/20).

Dalam Kampanye Dialogisnya, calon Wakil Bupati pasangan H Akisropi Ayub tersebut, menawarkan gerakan perubahan dari rakyat untuk rakat dan untuk Kabupaten Muratara lebih baik. Karena Kabupaten Muratara adalah daerah kaya sumber alamnya, yang seharusnya bisa mensejahterakan rakyat.

Hal itu disampaikan langsung Calon Wakil Bupati, Baikuni Anwar, kepada warga Sumber Sari. Menurut dia, Muratara adalah Kabupaten yang kaya akan sumber daya alamnya, dimana di Muratara sendiri ada emas, batubara, galena, minyak dan lahan perkebunan yang luas. Tetapi hal itu, tegasnya, berbanding terbalik dengan masyarakatnya.

“Kabupaten kaya dengan sumberdaya alamnya, tetapi masyakatnya kenapa sengsara. Buktinya masih banyak jalan-jalan yang rusak, bahkan masyarakat Muratara sendiri tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dulu pada 2013-2014 Muratara berada diurutan 14 tingkat kemiskinanya di Sumsel, tetapi sekarang menjadi nomor 17 dari 17 Kabupaten Kota se Sumsel,” sampainya.

Untuk itulah, dia bersama Akisropi Ayub bertekat mencalonkan diri dengan nomor urut 2, untuk menjadi pelopor perubahan bersama rakyat. “Jadi kita akan tarik kembali daerah kita yang kaya ini untuk kesejateraan masyarakat. Untuk perubahan itu, maka harus kita ganti kedua-duanya untuk lebih baik,” ungkapnya.

Sementara H Aulani, Jurkam Paslon Akbar dalam orasinya menjelaskan, kepada masyarakat Kabupaten Muratara, khususnya di Desa Sumber sari, kalau ada janji politik tentang menaikan ganji honorer itu kebohongan publik. Karena pada masanya Akisropi Ayub yang menjabat lebih kurang 7 bulan telah menaikan upah honorer sebesar Rp 700 ribu, namun setelah pejabat sekarang dilantik gaji itu menjadi Rp 350 ribu.

“Kenapa saya keras merangkan hal itu, karena saya adalah pelaku sejarah pada masa itu. Dimana saya saat itu diangkat oleh Pak Akis sebagai Kepala Dinas Kesehatan, jadi kalau mereka sekarang berjanji akan menaikan kembali honor itu, kenapa tidak dari kemarin-kemarin dinaikan. Jadi untuk itu kepada Pak Akis dan Baikuni kalau nanti terpilih pada 9 Desember, semua Visi Misi yang telah diucapkan seperti ada seragam sekolah untuk anak-anak, ambulans gratis dan internet disetiap desa, harus dipenuhi. Karena sekecil apapun janji pemimpin itu, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” tegasnya.

Sedangkan H Akmal Kodri dalam orasinya menyampaikan, tujuan mereka hadir saat ini untuk sebuah perubahan. “Jika kecewa terhadap pemimpin yang sekarang dan itu bukan kesalahan mereka, tetapi kesalahan kita semua yang telah memilih mereka. Ibarat pepatah, buah duku buah cung ke diro, kalu dulu kita setuju sekarang kito jero,’’ ujarnya.

Diakuinya, banyak permasalahan di Muratara saat ini. Salah satunya tentang bantuan sembako Covid-19 yang tidak merata, termasuk juga keluhan para korban pemekaran DOB. “Pak Akis sedih dan akhirnya berniat maju kembali mencalonkan diri menjadi Bupati berpasangan dengan Pak Boy (Baikuni), karena semata-mata untuk rakyat Muratara lebih baik dan sejahtera. Untuk itu kalau kita sudah kecewa yang lalu biarlah berlalu, tetapi mari ubah masa depan lebih baik dengan kita pilih nomor urut 2 Pak Akisropi dan Pak Baikuni pada 9 Desember nanti, ” ajakanya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here