Home Headline News Curah Hujan Tinggi, Awas Banjir dan Longsor!

Curah Hujan Tinggi, Awas Banjir dan Longsor!

0
Dahan roboh menimpa mobil akibat tiupan angin kencang disertai hujan deras di Palembang, beberapa waktu lalu.

PALEMBANG, PE – Masyarakat Sumatera Selatan, terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai dan dataran tinggi, diminta waspada potensi bencana banjir dan tanah longsor. Mengingat saat ini masuk awal musim hujan dengan itensitas tinggi.

Demikian peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang V Sinta Andayani saat dihubungi, Senin (2/11).

“Secara umum, memang diprediksi sudah memasuki awal musim hujan. Beberapa hari terakhir kita analisis, angin muson Asia atau angin muson barat yang sifatnya basah, sudah mulai masuk wilayah Sumsel dengan membawa banyak uap air,” ujarnya.

Di samping itu, kata dia, aktivitas fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rosby dan Kelvin Wave) cukup berkontribusi pada peningkatan kondisi udara basah.

“Beberapa kali fenomena gelombang atmosfer bergantian aktif di wilayah Sumsel. Atau di dekat wilayah Sumsel. Itu berakumulasi menambah suplai uap air,” ucapnya.

Diprediksi November dan Desember mendatang merupakan awal musim hujan dengan intensitas tinggi. Itu berlaku untuk hampir seluruh wilayah Sumsel. Masyarakat diminta waspada potensi hujan yang terus menerus.

“Hujan memang kadang merata, kadang tidak. Tetapi imbasnya luapan air sungai, utamanya di daerah hilir. Walaupun daerah hulunya yang turun hujan,” imbuhnya.

Hujan itensif, dikatakan dia, bisa terjadi dua hingga tiga hari. Setelah itu reda, namun sehari berikutnya hujan lagi.

“Ini yang perlu diwaspadai. Apalagi kemarin, musim kemarau basah. Sehingga debit air sungai masih cukup tinggi. Begitupun kandungan air tanah. Akibatnya saat turun hujan, air tidak banyak meresap. Sebagian besar dialirkan. Kalau dialirkan, potensi banjir cukup tinggi. Atau longsor di perbukitan yang memang rawan longsor. Yang tanahnya labil,” terangnya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar waspada dengan intensitas hujan yang kontinyu, dari sedang hingga lebat. Umumnya terjadi sore sampai malam hari di bagian barat Sumsel, yang merupakan dataran tinggi. Sedangkan di wilayah timur Sumsel, yang dataran rendah, hujan umumnya turun siang hingga sore hari.

Wilayah barat Sumsel, yakni sepanjang Bukit Barisan, seperti Musi Rawas Utara sampai ke OKU Selatan. Sedangkan wilayah timur Sumsel seperti Banyuasin sampai OKI.

“Tetap waspada angin kencang dan petir. Daerah dataran tinggi potensi longsor, sementara di bantaran sungai, potensi banjir akibat luapan air sungai dan banjir bandang,” ucapnya memperingatkan.

Ia juga mengingatkan potensi angin puting beliung di daerah hamparan terbuka. Angin ini disebabkan oleh kumpulan awan kumulonimbus (awan cb), yang membawa hujan.

“Sekarang baru awal musim hujan. Kewaspadaan cukup tinggi untuk bencana hidrometeorologi,” tukasnya.

Diprediksi musim hujan akan berlangsung hingga Mei-Juni 2021 mendatang di Sumsel. Sebelum kemudian masuk masa peralihan menuju musim kemarau. “Tapi musim kemarau nanti masih ada hujan,” pungkasnya. CIT

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here