Home Kriminal Dendam, Kakak Beradik Tega Habisi Frans

Dendam, Kakak Beradik Tega Habisi Frans

0
Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji didampingi Kapolsek Kertapati, Iptu Irwan Sidik saat press release tertangkapnya kakak adik pelaku pembunuhan sadis di Jalan Meranti, Kemas Rindo, Kertapati.

PALEMBANG, PE – Pelaku pembunuhan sadis di Jalan Meranti, Kemas Rindo, Kertapati Palembang yang mengakibatkan korban Frans (20) meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD Bari Palembang, Rabu (28/10) sekira pukul 11.15 WIB, akhirnya tertangkap.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji didampingi Kapolsek Kertapati, Iptu Irwan Sidik mengatakan, dua pelaku pembunuhan sadis di Kertapati, Palembang berhasil ditangkap anggota Polsek Kertapati Palembang dan motifnya adalah dendam.

Dua pelaku yang diketahui merupakan kakak beradik ini ditangkap anggota Reskrim Polsek Kertapati saat sedang merlarikan diri di kawasan Karang Agung, Ogan Komering Ilir, pada Selasa (17/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kedua pelaku telah menghilangkan nyawa korban dengan cara ditusuk, dan mereka berhasil ditangkap anggota Polsek Kertapati tanpa perlawanan,” ujarnya, Rabu (18/11).

Adapun identitas kedua pelaku tersebut yakni Candra (23) dan Kelvin (19) warga Jalan Meranti PU 1, Simpang Meranti, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang.

“Dari tangan pelaku kita mengamankan dua senjata tajam (sajam) jenis samurai dan pisau, atas ulahnya kedua pelaku terancam hukuman penjara selama 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku Candra menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat dirinya sedang akan membeli rokok di warung tak jauh dari rumahnya. Kemudian ia melihat korban yang saat itu sedang nongkrong di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Melihat korban, saya langsung terkenang luka lama saya sekitar empat bulan yang lalu. Saat itu saya mengalami luka tusuk akibat ditikam oleh korban dari belakang. Pasalnya ia tidak terima, saat saya tegur karena buang air besar didekat saya sedang nongkrong,” bebernya.

Ia pun kembali pulang ke rumah dan mengambil sebilah senjata tajam jenis samurai, dan kembali lagi ke TKP untuk mendekati korban.

“Di TKP itulah, adik saya Kelvin nyusul dan membawa pisau mencoba membantu saya, karena dendam lama yang saya alami, tanpa berpikir panjang saya langsung membacok korban dibagian tangan, kepala serta leher,” aku dia.

Setelah korban terkapar bersimbah darah, ia bersama adiknya langsung kabur ke Desa Karang Agung, Kabupaten Banyuasin.

“Selama 3 minggu kabur di Karang Agung, kami tidak ada pekerjaan dan hanya luntang lantung sana sini. Kami tidak tahu kalau saat kami tinggalkan ternyata korban tewas,” tukasnya. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here