Home Palembang DPRD Sumsel Minta KBM Tatap Muka Dipertimbangkan

DPRD Sumsel Minta KBM Tatap Muka Dipertimbangkan

0
RA Anita Noeringhati

PALEMBANG, PE -Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengizinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021, dengan syarat wilayah tersebut berada di zona kuning atau zona hijau.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati meminta kebijakan tersebut kembali dipertimbangkan.

Anita mengatakan, grafik kasus Covid-19 di Sumsel paling banyak terjadi di Palembang dan Lubuklinggau. Kondisi demikian harus menjadi pertimbangan, sebelum menerapkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Untuk tatap muka untuk bisa dipertimbangkan kembali, karena anak-anak mungkin bisa diatur, tetapi apakah dia mau taat dengan memakai masker, jaga jarak. Karena kerinduan mereka bertemu dengan kawan-kawan, mereka ingin bermain, apalagi yang SD , yang TK, yang PAUD, itu jelas-jelas masih harus dipertimbangkan,” ujar Anita, Selasa (24/11).

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini tidak bisa dianggap enteng, karena kenyataannya banyak memakan korban. Untuk itulah warga masyarakat Sumsel harus taat dengan 3 W, wajib pakai masker, wajib cuci tangan dan wajib menjaga jarak.

“ Insya Allah tanggal 4 Desember perda tentang peningkatan disiplin juga disahkan, itu juga salah satu bagaimana kita mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk disiplin mentaati aturan di dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengizinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021, dengan syarat wilayah tersebut berada di zona kuning atau zona hijau.

Kepala Disdik Sumsel Riza Fahlevi mengatakan, keputusan untuk mengizinkan sekolah kembali membuka belajar tatap muka itu tidak mudah, mengingat kondisi saat ini.

Maka, kata dia, syaratnya selain zona Covid-19, juga pihak sekolah telah menerima surat persetujuan dari Gugus Tugas dan orangtua.

“Pihak sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti memberikan surat pernyataan persetujuan orangtua siswa, dan sekolah wajib terapkan SOP Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19,” katanya belum lama ini.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here