Home Sejarah Ekspedisi Sumatera Tengah 1877-1879 (Bagian Keenam)

Ekspedisi Sumatera Tengah 1877-1879 (Bagian Keenam)

0
Daniël David Veth, salah satu peneliti asal Belanda yang melakukan ekspedisi ke Sumatera Tengah. (Sumber foto: http://knag-expedities.nl/pages/portretten.php)
Dudy Oskandar.

Oleh Dudy Oskandar
(Jurnalis dan Peminat Sejarah Sumatera Selatan)

DANIEL David (D.D) Veth lahir pada tanggal 18 Februari 1850 di Amsterdam sebagai putra kedua dari Profesor PJ Veth (ketua pertama KNAG) dan C. Büchler. Menurut ayahnya, dia sudah menunjukkan minat yang besar pada alam sebagai anak kecil dengan melakukan perjalanan mandiri.

Dia mampu menentukan jalannya dengan baik melalui ladang dan hutan. Di Leiden dia mengikuti HBS di mana dia unggul dalam mata pelajaran sains. Selama sekolah menengah dia sudah memimpikan karir sebagai penjelajah dan studi insinyur sipil sepertinya pilihan yang cocok untuknya.

Karena dia tidak mengikuti ujian akhir, dia tidak bisa belajar di Delft dan karena itu memutuskan untuk pergi ke Jerman. Di sana dia belajar pertama kali selama dua tahun di Polytechnikum di Hanover dan kemudian di sekolah politeknik di Stuttgart yang dia tinggalkan tiga tahun kemudian dengan ijazah, tetapi tanpa ijazah.

Daniel ternyata bukan pria yang rajin tapi pria yang praktis. Dalam hal ini dia adalah antipode ayahnya, yang menghabiskan hidupnya terutama di dalam domain ruang belajarnya. Pada tahun 1875, sebuah proyek baru muncul di cakrawala. Daniel tertarik akan hal itu, karena di sini keinginan yang sudah lama didambakan bisa terkabul, yaitu ekspedisi ke Sumatera Tengah.

Di Belanda dia sedang mempersiapkan proyek tersebut. Ayahnya mendukung dia dalam proyek tersebut. Dukungan Pangeran Hendrik juga penting untuk keberhasilan ekspedisi. Dalam persiapannya, dia membuat studi tentang semua aktivitas yang terjadi yang mungkin diharapkan dari seorang ahli geografi di lapangan.

Ia juga berlatih fotografi dan mempelajari dasar-dasar bahasa Melayu. Dedikasinya dihargai pada tahun berikutnya dengan penunjukan sebagai ahli geografi dengan tanggung jawab khusus untuk pengamatan meteorologi dan geologi, kartografi dan fotografi. Pada tahun 1884 dia memulai proyek proyek baru, ekspedisi ke Angola (Afrika Barat Daya).

Di sini dia sampai pada akhir awal, seperti dua penjelajah Belanda terkenal lainnya di Afrika, Alexandrine Tinne dan Johan Schuver. Tidak seperti rekan senegaranya, dia tidak mati karena pembunuhan, tapi karena kelelahan. ***

Sumber :

1 Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
2. https://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com/search?q=sumatera+selatan+
3. http://knag-expedities.nl/pages/voorwerpen.php
4. https://www.kajanglako.com/id-27-kategori-telusur.html
5. Van Hasselt. ‘Volksbeschrijving en Taal,’ dalam Midden-Sumatra: Reizen en Onderzoekingen der Sumatra-Expeditie, 1877-1879 (Prof PJ Veth, ed). Leiden: EJ Brill. 1882

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here