Home Headline News Ember Alumunium, Koleksi Teranyar Museum Balaputra Dewa

Ember Alumunium, Koleksi Teranyar Museum Balaputra Dewa

0
Kepala Seksi Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan Samsudin menunjukkan ember alumunium antik, yang menjadi koleksi teranyar museum.

PALEMBANG, PE – Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa mendapatkan hibah ember antik terbuat dari alumunium dari Rukimah Malisin (76), warga Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (2/11).

M Amin Desmy, keponakan dari ibu tersebut, mengatakan, ember milik sang bibi merupakan peninggalan kakeknya, H Malisin Gumbak, sejak 1950-an. Memang sudah tidak lagi dipergunakan untuk mengangkut air. Makanya dihibahkan.

“Ember itu pemberian kakek. Sudah ada di rumah bibi saya sejak 1950-an. Dulu digunakan untuk mengangkut air dari sungai ke rumah. Sekarang sudah ada air PDAM, sehingga barang itu tidak terpakai lagi. Sempat jadi pot bunga. Daripada tidak digunakan, kami hibahkan untuk jadi koleksi museum,” tuturnya.

Penghibahan ember antik tersebut dilakukan di Museum Negeri Sumsel. Diterima oleh Kepala Museum Negeri Sumsel Chandra Amprayadi didampingi Kepala Seksi Koleksi Samsudin.

M Amin mengaku tidak tahu persis ember itu buatan siapa, kapan pembuatannya dan di mana membelinya.

“Kakek saya adalah seorang pedagang. Ia mendapatkan ember itu secara barter. Kemungkinan belinya di luar Sumsel,” tukasnya.

Dikatakan, zaman dahulu pedagang di Kayuagung berlayar membawa gerabah keliling Sumsel menggunakan perahu kajang. Malah pelayaran mereka sampai ke Batavia (sekarang Jakarta).
“Kemungkinan kakek saya dapat barter. Hanya satu itulah embernya. Saya tidak tahu kalau ada barang lain dari perbateran itu,” ucapnya.

Ember ini bisa memuat air sebanyak 12 liter. Terbuat dari alumunium tebal, yang tidak mudah pecah. “Kalau untuk ukuran sekarang lumayan berat. Hampir sekilo beratnya dalam keadaan kosong. Bahannya kan tebal,” ucapnya.

Ember tersebut diputuskan untuk dihibahkan ke museum, selain biar terawat, juga berharap agar pihak museum menelitinya. Sehingga diketahui sejarah tentang ember tersebut.

“Kami tidak tahu siapa, kapan, dan di mana dibuatnya. Dengan dihibahkan ke museum, kami berharap mendapat informasi itu,” tuturnya.

Menurutnya, keputusan menghibahkan ember tersebut ke museum diambil tak lama setelah Kepala Museum Negeri Sumsel Chandra Amprayadi mampir ke rumah bibinya di Kayuagung.

“Beliau melihat-lihat koleksi barang-barang lama. Salah satunya ember tersebut. Dari situlah kita kemudian hibahkan ember ini ke museum,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Museum Negeri Sumsel Chandra Amprayadi menyambut baik keputusan warga menghibahkan benda bersejarah tersebut ke museum.

“Terima kasih kepada masyarakat, yang telah mempercayakan museum untuk menyimpan benda tersebut,” ucapnya.

Ia mengaku baru sekali itulah melihat ember seperti itu. Makanya ia sangat berterima kasih atas penghibahan benda tersebut ke museum oleh masyarakat. “Nantinya akan kita tempatkan di ruang pamer hibah,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here