Home Palembang IHH Bantu Promosi Museum Balaputra Dewa Lewat Program Kreatif

IHH Bantu Promosi Museum Balaputra Dewa Lewat Program Kreatif

0
Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi memberikan penjelasan terkait koleksi museum kepada Nova Wazir dan Wulan Suheri, pegiat budaya dari Indonesia Hidden Heritage (IHH) Jakarta.

PALEMBANG, PE – Museum Negeri Sumatera Selatan mendapat kunjungan dua pegiat budaya dari Indonesia Hidden Heritage (IHH) Jakarta, Kamis (26/11). Mereka berkeinginan mempromosikan museum ke khalayak nasional dan internasional lewat program-program kreatif, dengan memanfaatkan kekuatan sosial media.

Kedatangan Wulan Suheri dan Nova Wazir, co founder IHH, diterima langsung oleh Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi. Beberapa hal dibahas dalam pertemuan tersebut terkait program-program promosi museum yang ditawarkan IHH.

“Kami punya program ‘Meet Me The Museum’. Jadi pada intinya kita akan membantu beberapa museum yang kita pilih, untuk membuat program-program promosi kreatif. Sehingga pengunjung bisa menikmati museum dengan cara yang lebih menyenangkan,” kata Nova Wazir.

Dikatakan, pihaknya akan mengembangkan beberapa program kreatif, yang mendorong masyarakat mengunjungi Museum Negeri Sumatera Selatan. Seperti Corner Creative di akun sosial media IHH, yang berisi pernak-pernik informasi museum.

“Lalu tur menarik museum, yang bicara tentang cerita di balik koleksi (story behind collection). Jadi koleksi-koleksi museum akan kita buatkan narasi yang sangat menarik,” tukasnya.

Dengan adanya narasi yang dibuat sangat menarik tersebut, ia melanjutkan, pengunjung diajak mendengarkan sebuah cerita dari koleksi dan tidak sekadar melihatnya saja.

“Museum itu kesannya living storage. Seperti tempat penyimpanan (benda bersejarah). Lewat program yang kami tawarkan, museum akan dijadikan sebagai tempat untuk bercerita,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, IHH merupakan sebuah perkumpulan yang terdiri dari para profesional, yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan budaya Indonesia. Perkumpulan ini bertujuan untuk mempromosikan tempat bersejarah dan cagar budaya dari berbagai daerah di Indonesia sebagai sebuah ikon wisata, termasuk mempromosikan produk lokal, yang dihasilkan tangan-tangan pengrajin atau UKM di daerah.

IHH dibentuk pada 10 November 2018, dengan misi meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi tempat bersejarah dan cagar budaya. Menciptakan mindset bahwa sejarah dapat dipelajari dan dipromosikan dengan menyenangkan dan kreatif.

“IHH dimotori oleh Nova Wazir, Wulan Suheri, dan Oppie Thea, yang berbagi minat yang sama di bidang travelling dan edukasi sejarah budaya. Tugas kami mempromosikan museum, monumen, galeri, tempat bersejarah dan cagar budaya kepada masyarakat sebagai tempat yang dapat dinikmati untuk berwisata, baik oleh keluarga maupun individu,” terangnya.

Media yang digunakan untuk berpromosi, dikatakan dia, adalah sosial media. Sebab sosial media merupakan kanal tercepat untuk berpromosi kepada masyarakat luas.

“Melalui saluran sosial media kami, yakni Facebook dan Instagram, kami menampilkan informasi baik secara interaktif tentang situs bersejarah, cagar budaya, museum, galeri, dan aktivitas budaya lainnya,” ucapnya.

Selain sosial media, media yang digunakan berikutnya yakni travel diary. Yakni booklet, yang diterbitkan dua kali dalam sebulan berisi tentang situs bersejarah, cagar budaya, museum, galeri, kuliner tradisional dan tradisi unik di satu daerah.

Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi menyambut positif kunjungan IHH, sekaligus tawaran mereka untuk mempromosikan museum ke khalayak yang lebih luas.

“Kemarin kita sudah bertemu di Museum dr AK Gani. Kedatangan mereka ini dalam rangka untuk mempromosikan Museum Negeri Sumsel ke kancah nasional dan internasional,” katanya.

Dikatakan, IHH mempromosikan museum melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram, serta lewat pameran-pameran di tingkat nasional dan internasional.

“Mereka ini sudah mendapat kepercayaan dari badan PBB, yakni UNESCO untuk mempromosikan pariwisata, terutama museum,” tukasnya.

Kedua penggiat budaya dari IHH ini diajak tur museum oleh Kepala Museum Negeri Sumsel. Mereka terkesan dengan sejumlah koleksi museum dari zaman prasejarah, Kerajaan Sriwijaya, hingga era kemerdekaan. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here