Home Parlemen & Politik Keputusan MA Bersifat Final dan Wajib Dilaksanakan

Keputusan MA Bersifat Final dan Wajib Dilaksanakan

0
Bagindo Togar

PALEMBANG, PE – Keputusan Mahkamah Agung (MA) atas gugatan yang diajukan oleh Paslon Bupati-Wakil Bupati Ilyas-Endang karena didiskualifikasi oleh KPU Kabupaten Ogan Ilir yang mengabulkan gugatan tersebut, bersifat final. Sehingga otomatis, semua yang terkait dalam Pilkada wajibkan menjalankan putusan tersebut.

“Adalah bersifat final, serta wajib dipatuhi oleh semua yang terkait dalam Pilkada serentak Desember nanti didaerah tersebut. Termasuk di OI,” ujar Bagindo Togar Bb, Pemerhati Politik dan sosial Sumsel, kemarin (4/11/.

Menurut Bagindo, walau jawabnya tertera di situs resmi MA, hal itu biasa dan sah, tidak harus disertakan berupa fisik surat keputusan yang diterbitkan oleh Lembaga MA. Bisa dikatakan lembaga Yudikatif di negara ini, lanjutnya, selalu melakukan hal yang sama, ketika memberikan hasil sidang-sidang tertutup.

Dimana Salinan Putusan itu, menurut dia, tergolong tidak mudah dan lama diberikan kepada pihak pihak yang bersengketa.

“Beragam pertimbangan mengapa kondisi ini terus berlansung di MA, lembaga terhormat tersebut yang mengetahuinya. KPU Ogan Ilir sepantasnya memahami realitas seperti itu. Karena proses tahapan Pemilukada terus berjalan mendekati Hari H,” terang Bagindo.

Kemudian, pencetakan suara secara nasional dilakukam 9 November. Para Komisioner bersikaplah bijak, adil, kredibel, supel serta independen, dalam menjalankan tugasnya. Bila tidak, akan memunculkan prasangka miring dari stakeholder Pilkada, juga publik, serta kesuksesan Pilkada di wilayah tersebut. “Aroma plus suasana politik hingga saat ini di Ogan Ilir akan semakin tidak kondusif, dikarenakan dinamika juga aura pertarungannya lumayan liar, dinamis, dan sengit,” ujarnya.

Dan hal itu menuntut peran penyelenggara yang kapabel, akutanbel juga responsif. Sehingga tak memancing maupun memperuncing reaksi-reaksi sosial yang tak biasa, yang kelak akan merepotkan penyelenggara sendiri, para konstitien antar paslon, juga massa maupun parpol pendukung.

“Sebaiknya tidak bereaksi berlebihan, maksimalkan jalur atau cara yang tak bertentangan dengan regiulasi atau konstitusi. Pesta Demokrasi kan menaril bila ramai, seksi dan seru, tetapi unsur damai, bersih serta tak saling memburu menjadi keniscayaan kolektif yang wajib dijalankan,” tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here