Home Sumsel Indralaya KPUD OI Belum Terima Putusan Salinan MA

KPUD OI Belum Terima Putusan Salinan MA

0
Massa dari koalisi partai politik pengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 02 saat melakukan aksi demo didepan halaman kantor KPUD dan Bawaslu, Senin (02/11).

INDRALAYA. PE- KPUD Ogan Ilir hingga saat ini belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) RI, terkait permohonan tim advokasi paslon nomor urut 2, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Kuasa Hukum KPUD OI, Muallimin dalam konferensi pers kepada wartawan, di ruangan media center KPUD OI, Senin (2/11).

Menurut Mualimin, pihaknya sekarang pada posisi menunggu, status menunggu, belum bisa mengambil langkah selanjutnya karena belum tahu hasil keputusannya. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak MA, dan hasilnya tetap menunggu.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak MA, jawabannya ditunggu saja,” singkatnya.

Sementara itu, ratusan massa dari koalisi partai politik pengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 02 melakukan aksi demo didepan halaman kantor KPUD dan Bawaslu, Senin (02/11).

Didalam aksi demo tersebut, massa mendesak Komisi Pemilihan Umum Daerah Ogan Ilir agar segera melaksanakan keputusan Makamah Agung untuk menetapkan kembali pasangan nomor urut 02 H.M Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak sebagai peserta Pilkada.

“Kami mendesak KPUD Ogan Ilir agar segera menetapkan kembali pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 02 Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak sebagai peserta Pilkada,”kata Ahmad Rizal, selaku koordinator aksi.

Ia menambahkan, pihak KPUD dan Bawaslu agar bertindak netral dalam pelaksanaan pilkada Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami mendesak pihak KPUD dan Bawaslu agar bertindak netral selaku penyelenggara Pemilu, atau pecat oknumnya yang tidak profesional,”ungkapnya.

Para pendemo pada saat bersamaan menyembelih seekor kambing, sebagai simbol matinya demokrasi di Ogan Ilir. Sementara, darahnya menyimbolkan jangan sampai terjadi pertumpahan darah.

“Kami menyembelih kambing tersebut sebagai bentuk matinya demokrasi di Ogan Ilir, sedangkan darahnya menyimbolkan jangan sampai terjadi pertumpahan darah,”tungkasnya.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan pasangan calon (paslon) urut 2 H Yulian Gunhar, dalam orasinya menyampaikan apabila penyelenggara tidak melaksanakan keputusan MA, pihaknya akan datang dalam jumlah lebih besar lagi. “Kami meminta KPUD Ogan Ilir untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung,” tegas H Yulian Gunhar. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here