Home Kriminal Kurir Ineks 4 Kilogram dan 240 Gram Sabu Divonis 20 Tahun

Kurir Ineks 4 Kilogram dan 240 Gram Sabu Divonis 20 Tahun

0
Majelis hakim PN Palembang saat membacakan vonis bagi terdakwa Madrio Gilang Putra.

PALEMBANG, PE – Madrio Gilang Putra, kurir 12, 228 butir pil ekstasi dan 250 gram sabu divonis selama 20 tahun penjara, denda Rp 1 Milyar, dan subsider bulan kurungan. Vonis dijatuhkan dalam persidangan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kls I A Khusus Palembang, Selasa (17/11/2020).

“Dengan ini menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana memiliki barang narkotike jenis extacy sebanyak 12,228 butir tanpa ada hak dan izin. Sehingga akibat perbuatannya telah melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 20 tahun penjara, dan denda Rp 1 Milyar dengan subsider 6 bulan,” ujar ketua majelis hakim Efrata Happy Tarigan SH.

Majelis hakim berpendapat, bahwa hal – hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam membasmi Narkotika.

Akan tetapi menurut majelis hakim hal-hal yang meringankan terdakwa adalah mengakui bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, serta bersikap sopan selama di persidangan.

Putusan majelis hakim itu sama dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desmilita, SH. SH, yang menuntut terdakwa dengan pidana 20 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar dengan subsider 6 bulan penjara.

Usai mendengar putusan tersebut, terdakwa Madrio bersama kuasa hukumnya Triyasa SH, menyatakan menerima putusan yang diberikan majelis hakim.

Dalam keterangan didalam persidangan sebelumnya, terdakwa Madrio Gilang Putra berdalih bahwa dirinya merasa dijebak oleh rekannya.

“Saya hanya disuruh oleh seseorang melalui telepon bernama Mekah (DPO) untuk mengantarkan barang itu kepada seseorang bernama Yoyok didaerah Boom baru, apabila barangnya sampai akan diberikan sejumlah uang,” ungkap terdakwa.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa dalam pembicaraan melalui telepon dengan Mekah, narkotika yang hendak diantarkan itu jumlahnya hanya sedikit.

“Saat ada seseorang menyerahkan barang itu kepada saya di sekitar jalan Demang Lebar Daun ternyata satu dus, dan tidak berselang lama saya pun langsung ditangkap polisi. Saya merasa dijebak Pak Hakim,” terangnya kepada majelis hakim.

Saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Desmilita SH tentang upah yang didapat dari mengantar barang haram tersebut, dirinya menjawab tidak tahu diupah berapa, dirinya hanya mengatakan diupah uang bensin dan rokok saja.

Sementara sebelumnya dalam dakwaan terungkap, bahwa petugas kepolisian mendapatkan infomasi bahwa sering terjadi transaksi narkotika di daerah Demang Lebar Daun Palembang.

Tepatnya didepan pintu gerbang keluar RS Siti Khodijah, pada 19 Juni 2020 sekitar pukul 02.00 WIB petugas langsung melakukan penyelidikan, saat itu petugas melihat seseorang memberikan sebuah kardus kepada terdakwa.

Lalu setelah terdakwa keluar dari gerbang Rumah Sakit Siti Khodijah, petugas pun langsung menangkap terdakwa yang sebelumnya hendak kabur melarikan diri dari kejaran petugas.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari terdakwa yakni narkotika jenis sabu seberat 240 gram, 13 bungkus pil ekstasi berbagai jenis dan merk sejumlah 12.528 butir seberat hampir 4 kilogram.

Atas perbuatannya itulah didalam dakwaan JPU, terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan pidana maksimal seumur hidup atau pidana mati. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here