Home Sejarah Memburu Mayor Nawawi (Bagian Ketiga)

Memburu Mayor Nawawi (Bagian Ketiga)

0
Letkol Inf. Ibnu Sutowo saat memimpin Operasi Sadar dan rekannya, saat melihat maket kilang minyak di Plaju dan Sungai Gerong (Sumber foto: http://beritarindu.blogspot.com/2019/01/brigjen-tni-purn-johannes-marcus)
Dudy Oskandar

Oleh Dudy Oskandar
(Jurnalis dan Peminat Sejarah Sumatera Selatan)

Kekuatan Nawawi Cs yang dapat dicatat dalam tahun 1960 adalah sebagai berikut :

A. Sektor – I
l) Ki Rasyidin, pimpinan : Rasyidin
Kekuatan : lebih kurang l00 orang
2) Ko TF Banteng/ex Yon 142
Pimpinan : Letnan Kolonel (Gerombolan) Iskandar
3. Ki Rimbaraya, pimpinan :
Kekuatan : 130 orang
4) Ki Naga, pimpinan :
Kekuatan : 130 orang
5) Ki Beruang, pimpinan :
Kekuatan: 120 orang
6) Ki Srimalawan, pimpinan : Letnan Satu (gerombolan) Junus
Kekuatan : 110 orang
7) Ki Badai, pimpinan :
Kekuatan: 130 orang
8) Ki Petir, pimpinan :
Kekuatan: 60 orang

B. Sektor – II
l) Pimpinan : Sutirna
Kekuatan: 81 orang
2) Pimpinan: Letnan Satu (gerombolan) Ba Hasani
Kekuatan :
3) Pimpinan: Letnan (gerombolan) Tasamdin
Kekuatan: 40 orang
4) Pimpinan: Bahri Lubis
Kekuatan: 60 orang
5) Pimpinan: Sihombing
Kekuatan: 100 orang
6) Pasukan yang dipimpin oleh : Ex Kolonel Zulkifli Lubis
a) Ki “G” pimpinan : Dt Bagindo Ahmuddin
Kekuatan: 100 orang
b) Ki “S” pimpinan:
Kekuatan: lebih kurang 60 orang

C. Sektor – III
1. Pasukan operasi Garuda pimpinan: Ex Mayor Nawawi
Kekuatan: 300 orang
2. Pasukan pimpinan : Ibrahim
Kekuatan : lebih kurang 10 orang
3. Pasukan pimpinan : Salamun
Kekuatan : 35 orang
4. Pasukan pimpinan: Gani Muda
Kekuatan: lebih kurang 20 orang
5. Pasukan pimpinan: Pardede
Kekuatan : lebih kurang 40 orang
6. Pasukan pimpinan: Zakaria Kamidan
Kekuatan : lebih kurang 40 orang
7. Pasukan pimpinan: Muko-muko
Kekuatan: lebih kurang 140 orang
8. Pasukan pimpinan :
Kekuatan : 300 orang

Meskipun dilihat jumlah kekuatan gerombolan Nawawi ini cukup besar, namun mereka tidak dapat melebarkan sayapnya. Karena tidak saja akibat tekanan dari operasi-operasi yang dilancarkan APRI, tetapi juga karena rakyat setempat sudah bertekad untuk menumpas habis mereka.

Gerombolan Nawawi Cs tidak lebih dari gerombolan yang tidak terkoordinasikan dan terpecah-pecah sehingga usaha-usaha mereka hanya berkisar pada berlari menyelamatkan diri dan merampas milik rakyat untuk melanjutkan hidupnya.

Penyelesaian Pemberontakan PRRI/Permesta.
Seiring dengan kebijaksanaan pemerintah, bertindak tegas menghadapi PRRI/Permesta dengan menumpasnya melalui Operasi Militer, maka penyelesaian secara administratifpun segera dilaksanakan.

Tindakan administratif ini diambil setelah terlebih dahulu dipertimbangkan tingkat penyelesaian yang dilakukan oleh anggota yang akan dikenai hukuman administratif itu.

Pada tanggal 23 April 1958, jadi lebih kurang seminggu setelah pendaratan di Padang, Komandan Operasi 17 Agustus, Kolonel Infanteri A. Yani melalui Surat Keputusannya No. KPTS/l/4/1958 memutuskan penyelesaian secara administratif terhadap anggota-anggota militer maupun sipil bekas anggota – KDMST yang kemudian menggabungkan diri dengan Komando Operasi l7 Agustus.

Keputusan ini menyebutkan bahwa bagi anggota militer yang menyerah secara sukarela sebelum ada pertempuran, diaktifkan dan organik masuk Komando Operasi 17 Agustus, demikian juga dengan anggota sipil.

Sedangkan gaji disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Bagi mereka yang menyerah karena pertempuran, diperlakukan sebagai tawanan.

Mengenai ketentuan hukuman administratif terhadap mereka dijelaskan dalam Surat Keputusan Komando Operasi 17 Agustus No. KPTS-22/6/1958 tang gal 30 Juni 1958. Setelah setahap demi setahap pelaksanaan surat-surat keputusan itu dapat berjalan dengan, baik maka kemudian ditingkatkan dengan penertiban personel-personel yang ada dalam daerah hukum Komando Operasi 17 Agustus. ***

Sumber:

1. Sejarah TNI-AD 1945-1973 3 ” Peranan TNI-AD Dalam Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat , Bandung , 1979
2. Wikipedia
3. https://historia.id/histeria/articles/bung-karno-yang-legowo
4. https://tirto.id/kodam-sriwijaya-dari-pergolakan-prri-sampai-peristiwa-talangsari

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here